Pesta Narkoba Akhir Tahun Digagalkan Aparat Polda DIY

KBRN, Yogyakarta: Di penghujung tahun 2021, jajaran Polda DIY berhasil membongkar dan menggagalkan kasus peredaran gelap narkotika jenis ganja yang akan digunakan untuk pesta perayaan tahun baru. Total ada 7,573 kg ganja yang berhasil disita petugas.

Wakil Direkrtur Ditresnarkoba (Wadirresnarkoba) Polda DIY AKBP Bakti Andriyono kepada awak media, Rabu (5/1/2022) siang, menyebutkan pihaknya berhasil mengungkap tiga kasus peredaran gelap narkoba yang saling berkaitan dengan melibatkan lima orang tersangka.

“Kasus ini bermula pada Selasa 21 Desember 2021, ketika anggota opsnal kami menangkap tiga orang tersangka dengan inisial RD, DD dan BM di tiga TKP berbeda. Dan dari hasil penggeledahan di kamar saudara RF ditemukan ganja sekitar 5,6 kg di dalam tas yang berada di dalam almari,” ujar Bakti saat jumpa pers.

Wadirresnarkoba menjelaskan, ganja tersebut didapat RD, warga Medan, Sumatera Utara, dari Mr X yang saat ini masih menjadi buronan aparat alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). RD membeli ganja seberat 10 kg dengan harga Rp 13,5 juta.

“Belinya awal bulan Desember, setelah itu selang tiga hari kemudian, sekitar pukul 23:00 WIB, RD mengambil ganja tersebut langsung dari rumah Mr X dan dimasukkan ke dalam tas punggung yang dibawa sendiri oleh RD,” ungkapnya.

RD warga asal Medan Sumatera Utara berusia 24 tahun menjadi tersangka utama yang memasok ganja kepada empat tersangka lainnya. RD mendapatkan barang haram itu dengan berutang terlebih dahulu kepada Mr X dan berjanji akan dibayar setelah ganja laku terjual.

“Kemudian pada Jumat 17 Desember 2021, saudara RD sampai di Bogor, Jawa Barat dan bertemu dengan saudara AS yang kemudian terjadi transaksi 1 kg ganja di rumah saudara AS di Bogor Selatan dan dibayar Rp 5 juta secara transfer,” katanya.

Pasarkan ke beberapa kota

Bakti melanjutkan, RD pun tak hanya memasarkan ganja di Yogyakarta tetapi juga beberapa kota yang ia singgahi seperti Bandung dan juga Bogor.

“Ini memang pengungkapan kasus terbesar di tahun 2021 di wilayah Yogyakarta untuk ganja sebesar hampir 7,6 kg. Rencananya memang mau digunakan untuk pesta di Natal dan Tahun Baru. Rencana tersangka memang tak hanya dijual di Yogyakarta saja, tapi juga sampai ke Bali,” paparnya. 

Total barang bukti yang berhasil diamankan sebesar 7,573 kg ganja, dari tiga TKP berbeda yang disambangi aparat.  Menariknya, RD awalnya mendapat pasokan ganja seberat 10 kg dengan harga Rp 13,5 juta. Oleh tersangka berusia 24 tahun itu, ganja kering dijual dengan harga Rp 5 juta per kilonya.

“Di Bogor dilepas 1 kg, terus di Bandung 2,4 kg. Dengan beli 10 kg sebesar Rp 13,5 juta, kemudian dijual 1 kg sebesar Rp 5 juta, saya kira sangat menggiurkan bagi tersangka,” jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Ditresnarkoba Polda DIY Kombes Polisi Adhi Joyokusumo SIK menerangkan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut dan memburu bandar utama yang memasok ganja ke tersangka RD.

“Kita masih akan kejar terus, dan semoga dalam waktu dekat bisa kita rilis (bandar utama),” terangnya.

Adhi Joyokusumo mengakui jika DIY menjadi pangsa pasar para sindikat pengedar narkoba. Ini dibuktikan dengan sejumlah kasus yang berhasil diungkap aparat di sepanjang 2021.

“Kalau cari bandar di sini memang susah. Karena di sini banyaknya konsumen, dan bandarnya dari luar. Jadi, kalau kita hanya nangkap di sini saja, kita akan dapat yang kecil-kecil saja,” tandasnya.

Dari lima orang tersangka yang berhasil dibekuk, selain RD ada tersangka berinisial DD warga Depok Sleman, BM warga Deli Serdang Sumatera Utara, MA warga Ciwidey Bandung Jawa Barat dan AS warga Bogor Jawa Barat. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar