Berencana Basmi Klitih, Tiga Pemuda Boyolali Malah Dibekuk Aparat

KBRN, Yogyakarta: Jajaran Unit Reskrim Polsekta Tegalrejo Yogyakarta berhasil mengungkap kasus kejahatan jalanan yaitu membawa senjata tajam (sajam) tanpa izin. 

Menariknya, tiga tersangka yang diamankan ternyata bukan warga Kota Yogyakarta. Dalam jumpa pers, Senin (29/11/2021) siang, Kapolsekta Tegalrejo, Kompol Joko Sumarah SSos menyebutkan tiga remaja yang dibekuk petugas itu merupakan warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

"Jadi apa yang kita lakukan ini demi menjaga kondisi kamtibmas di masyarakat. Tidak hanya Polsekta Tegalrejo, seluruh jajaran melakukan patroli antsipasi kejahatan jalanan seperti atensi pimpinan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga Kota Yogyakarta," katanya. 

Petugas Polsekta Tegalrejo menangkap tiga orang tersangka yakni AA (18), MA (18) dan AT (19) warga Boyolali. Terhitung mulai Senin kemarin telah dilakukan penahanan terhadap para tersangka. 

Joko Sumarah menyebutkan, awalnya pihaknya meningkatkan patroli di wilayah hukum Tegalrejo. Pada Sabtu (27/11/2021) malam, tim patroli melihat hal yang mencurigakan ketika berada di Jalan Kyai Mojo Yogyakarta. 

Basmi klitih

Petugas mengamati pengendara sepeda motor berboncengan dengan gerak-gerik mencurigakan, tepatnya di SPBU Bener Tegalrejo. 

Kapolsekta menerangkan, petugas lantas melakukan pemeriksaan terhadap mereka dan ditemukan senjata tajam. 

"Petugas mengamankan dua celurit dan satu gosir atau gorok sisir dan kemudian baik tersangka serta barang bukti dibawa ke Polsek Tegalrejo untuk pemeriksaan lebih lanjut," tutur Joko. 

Uniknya kala ditanya motif ketiga tersangka membawa sajam, Kapolsekta menjawab, dari hasil keterangan pemeriksaan, para pelaku datang dari luar DIY dengan niat membasmi klitih di Yogyakarta.

Kejahatan klitih sendiri merupakan aksi kejahatan dan kenakalan yang dilakukan anak muda di Yogyakarta dengan modus melakukan penganiayaan secara bergerombol.

Tak hanya itu saja, ketiga pemuda Boyolali itu juga berencana memosting aksi mereka melalui media sosial Facebook

"Mereka berangkat pukul 00:00 WIB dan menempuh perjalanan selama dua jam, dan akhirnya diamankan polisi di Kota Yogyakarta," ungkapnya. 

Imbauan kamtibmas

Meski demikian, petugas tak begitu saja percaya pengakuan para tersangka. Kompol Joko Sumarah menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka terkait motif mereka sebenarnya. 

Sementara itu Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja menyebutkan, saat ini Polresta Yogyakarta dan Polsek jajaran terus berkomitmen menjaga keamanan Kota Yogyakarta dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) seperti razia dan patroli hingga pagi hari. 

Ia juga mengimbau warga Kota Yogyakarta untuk ikut berpartisipasi menjaga kondisi kamtibmas. Khususnya dengan sama-sama mengawasi anak-anak remaja di lingkungan keluarga dan sekitar kita agar tidak keluar malam tanpa alasan yang jelas. 

"Mari awasi anak-anak kita, jangan sampai menjadi korban atau menjadi pelaku kejahatan jalanan," imbaunya. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar