Puluhan Pelaku Klitih Diamankan Polres Bantul dalam Sepekan

KBRN, Yogyakarta: Dalam sepekan, jajaran Polres Bantul berhasil mengamankan 25 pelaku yang terindikasi melakukan kejahatan jalanan. 

Tujuh pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara sisanya masih dalam proses. 

Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK mengatakan, para pelaku terjaring dalam operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar sepekan terakhir dan diamankan dari enam lokasi berbeda. 

“TKP-nya antara lain, Sewon dua kasus, Bambanglipuro, Bantul, Patangpuluhan Wirobrajan dan Banguntapan,” jelas Ihsan saat menggelar jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (29/11/2021) siang.   

Kapolres menjelaskan, mayoritas pelaku adalah pelaku yang selama ini meresahkan warga Yogyakarta, termasuk warga Kabupaten Bantul. 

Ihsan juga merasa sangat miris, karena sebagian besar pelaku yang diamankan ternyata masih berstatus pelajar. 

“Dari para pelaku yang diamankan, 20 di antaranya masih pelajar, dan tidak hanya bersekolah di Bantul namun juga dari luar Bantul, seperti Sleman dan Kota Yogyakarta,” jelasnya. 

Para pelaku yang berstatus pelajar ini terlibat kebakaran remaja yang populer dengan sebutan klitih. Modus yang digunakan oleh pelaku adalah dengan berkonvoi keliling naik sepeda motor. 

Beragam jenis sajam

Ketika dihentikan petugas dan digeledah, kemudian ditemukan senjata tajam (sajam). Ada juga pelaku yang sengaja melakukan perusakan maupun tindakan penganiayaan. 

“Sebelum melakukan aksinya, rata-rata para pelaku mengonsumsi obat keras supaya lebih berani,” tutur Kapolres. 

Sementara untuk barang bukti yang berhasil diamankan antara lain enam unit sepeda motor. Ada pula beberapa jenis sajam di antaranya pedang, celurit, gir motor, gesper ikat pinggang berujung paku, gergaji bulat dengan gagang besi, pedang bergerigi hingga pakaian yang dipakai pelaku. 

Semua pihak

AKBP Ihsan menegaskan, kejahatan jalanan merupakan masalah bersama dan harus diselesaikan secara bersama-sama.

Sebab itu, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pihak sekolah dan orang tua memberi perhatian dan kasih sayang yang maksimal kepada anak-anak mereka. 

“Dalam menangani kejahatan jalanan polisi tidak bisa sendiri, harus ada peran guru, peran orang tua, serta stakeholder terkait,” tegasnya. 

Ihsan juga berpesan, kepada para pelaku kejahatan jalanan yang masih berpikiran ingin melakukan aksinya agar bersiap-siap untuk ditindak tegas.  

“Jangan coba-coba lakukan kejahatan jalanan di Bantul, stop! Kami akan tindak tegas,” tandasnya. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar