Catatan Zebra Progo 2021: Korban Meninggal Menurun

KBRN, Yogyakarta: Pelaksanaan Operasi Zebra Progo tahun ini yang berlangsung 14 hari sejak 15 November resmi berakhir, Minggu (28/112021). Ada sejumlah catatan yang terjadi selama pelaksanaan operasi. 

"Yang utama dalam pelaksanaan operasi tahun ini mengedepankan kegiatan yang berupa tindakan edukatif, persuasif serta humanis lebih fokus kepada pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanto, SIK MSc. 

Polda DIY menyampaikan hasil analisa dan evaluasi (anev) 14 hari Operasi Zebra Progo 2021 dengan beberapa catatan penting. 

Di antaranya data lakalantas non target operasi (non TO) yang terjadi selama Operasi Zebra Progo tahun lalu sebanyak 70 kejadian sedangkan di tahun 2021 naik sebanyak 158 kejadian, sehingga ada peningkatan 88 kejadian (126%). 

"Sedangkan korban meninggal dunia pada tahun 2020 sebanyak empat korban sedangkan di tahun 2021 sebanyak tiga korban, atau ada penurunan satu korban atau -25%," ujar Kabid Humas. 

Luka ringan naik

Penurunan juga terjadi di kategori korban luka berat. Jika pada tahun 2020 sebanyak lima korban, maka di tahun 2021 hanya ada 1 korban (-80%). 

Sedangkan korban luka ringan di 2020 sebanyak 91 korban sedangkan pada tahun 2021 naik tajam sebanyak 195 korban. Jumlah itu naik 104 korban (114%). 

"Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan pada tahun 2020 sebanyak Rp 26.050.000 sedangkan di tahun 2021 sebanyak Rp 98.210.000, atau naik Rp 72.160.000. Adapun data kecelakaan  lalu lintas dan pelanggaran di lokasi TO pada tahun 2020 dan 2021 nihil," tutur eks Kapolres Sleman. 

Yuliyanto menambahkan untuk anev kegiatan preemtif berupa penerangan dan penyuluhan baik melalui media cetak, media elektronik, media sosial dan daerah rawan berkumpul masyarakat pada tahun 2020 sejumlah 11.730 kegiatan dan tahun 2021 menurun menjadi 9.234 kegiatan sehingga terjadi penurunan 2.486 giat (-21%). 

Perbandingan giat preventif tahun 2020 sejumlah 19.609 giat dan di tahun 2021 sejumlah 18.664 kegiatan. Jika dibanding tahun lalu mengalami penurunan 945 giat (-5%). 

"Sementara giat Banops pada tahun 2020 sejumlah 436 giat dan tahun ini meningkat sejumlah 1.027 giat jika dibandingkan mengalami kenaikan 591 giat (136%). Kami mengharapkan masyarakat tetap mematuhi prokes dan tertib dalam berlalu lintas," tandasnya. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar