Diskominfo DIY Tingkatkan Edukasi Literasi Keuangan Agar Masyarakat Tidak Terjerat Pinjol

KBRN, Yogyakarta : Banyaknya masyarakat yang terjerat pinjaman online (Pinjol) illegal, menjadi salah satu indikator dari masih kurangnya literasi keuangan digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari mengatakan, guna mengatasi hal itu Diskominfo DIY dan OJK DIY terus berupaya memberikan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat.

Dengan adanya edukasi tersebut pihaknya berharap bisa meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya yang berkaitan dengan literasi keuangan. Sehingga kemungkinan adanya masyarakat terjerat pada Pinjol ilegal bisa diantisipasi.

Menurut Rony, selain keterbatasan pemahaman tentang keuangan digital, ‎banyak  Pinjol ilegal yang memanfaatkan kekurang pahaman masyarakat dengan penyebaran informasi di berbagai kanal atau website.

“Menyikapi hal ini saya minta masyarakat tidak tergiur dari iming-iming penyedia jasa Pinjol ilegal yang sebenarnya merugikan nasabah. Sayangnya masyarakat terkadang tidak menyadari dan menggampangkan persyaratan tanpa dibaca terlebih dulu sehingga bisa merugikan mereka,” terangnya, Minggu (17/10/2021).

Terpisah, Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah menggrebek kantor pinjol ilegal termasuk di Sleman, DIY baru-baru ini.

Selain polri, menurut Sukamta, Kemenkominfo sejak 2018 juga telah memblokir (memutus akses) 4.873 konten fintech dan aplikasi-aplikasi fintech ilegal yang banyak memakan korban masyarakat.

Pihaknya mendorong pemerintah agar terus menegakkan hukum agar tidak semakin banyak masyarakat yang dirugikan. (wur-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00