Puluhan Juta Butir Obat dan Ribuan Kilogram Bahan Baku Obat Keras Ilegal Dimusnahkan

Seremoni Pemusnahan Barang Bukti di Polda DIY (15/10/2021)

KBRN, Yogyakarta : Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memusnahkan puluhan juta butir obat dan ribuan kilogram bahan baku obat keras ilegal hasil pengungkapan kasus dari dua pabrik obat ilegal yang beroperasi di DIY.

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Jayadi mengatakan, pemusnahan barang bukti atas pengungkapan kasus pabrik obat keras ilegal yang ada di DIY akhir bulan September lalu dilakukan dalam dua sesi.

Menurutnya, secara seremoni pemusnahan menggunakan insenerator dilakukan di lingkungan Polda DIY, sedangkan untuk sesi kedua akan dilakukan di Kota Semarang Jawa Tengah.

"Karena di Yogyakarta belum ada fasilitas pengolahan limbah yang cukup memadai untuk memusnahkan barang bukti yang cukup banyak yang berhasil kita sita kemarin," katanya, dalam seremoni pemusnahan barang bukti di Polda DIY, Jumat (15/10/2021).

Secara teknis, Kombes Pol Jayadi mengungkapkan, barang bukti sisa pemusnahan yang dilakukan di Polda DIY akan dibawa ke Semarang dengan pengawalan dari jajaran Polda DIY, sehingga dipastikan pengiriman barang bukti sampai ke tujuan dalam keadaan aman dan dimusnahkan semua.

"Sehingga tidak ada deviasi atau kebocoran terhadap barang bukti yang cukup banyak ini," imbuhnya.

Kombes Pol Jayadi mengungkapkan, keberhasilan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri tidak lepas dengan kolaborasi yang dilakukan bersama jajaran Polda DIY dalam mengungkap jaringan peredaran obat keras ilegal yang meliputi beberapa provinsi.

Dari pengungkapan yang dilakukan di 2 TKP jalan PGRI I Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, dan jalan Siliwangi Ring Road Barat, Gamping Sleman Kombes Pol Jayadi menyebut, berhasil mengamankan barang bukti 48.188.000 butir obat keras ilegal, dan 8.465 kilogram bahan baku pembuatan obat keras ilegal.

"Diantaranya seperti obat Heximer, obat Dextromethorphan, kemudian obat double L, obat irgapan dan lain-lainnya. itu dari Dua TKP yang kami lakukan penindakan beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Mabes Polri juga telah menetapkan 23tersangka yang diamankan dari berbagai TKP termasuk di DIY, dimana para tersangka tersebut dijelaskan Kombes Pol Jayadi memiliki peran masing-masing seperti aktor intelektual, penyuplai bahan baku, dan ada yang berperan sebagai penanggung jawab pabrik dalam rangka memproduksi obat obat ilegal.

"Kita juga mengamankan beberapa distributor yang merupakan kepanjangan tangan dari pabrik ilegal ini, dari beberapa tempat provinsi Jawa Barat, Bogor, kemudian Depok, Jakarta dan beberapa tempat yang lainnya," imbuhnya.

Dari 23 tersangka yang berhasil diamankan dan saat ini ditahan di Bareskrim Mabes Polri, 3 tersangka diantaranya turut dibawa untuk menyaksikan seremoni pemusnahan barang bukti obat-obat keras ilegal di Polda DIY

Sementara pasal yang disangkakan dari jaringan peredaran obat ilegal tersebut, seperti melanggar pasal 60 UU RI no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja perubahan atas pasal 197 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan. dengan pidana penjara paing 15 tahun dan denda paling banyak RP 1,5 miliar. Sub pasal 196 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Lebih subsider pasal 198 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana denda paling banyak Rp 100juta. Dan pasal 60 UU RI no 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp 200juta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00