Kasus Penambangan Wadas Purworejo, Disorot Komnas HAM

KBRN, Purworejo: Penolakan terhadap penambangan batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah masih belum menemukan titik terang.

Komnas HAM RI berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut dengan berbagai pendekatan. Pada 16 September lau, Komnas HAM RI menerima pengaduan masyarakat Desa Wadas terkait dugaan perusakan lingkungan serta tindakan intimidasi kepada warga. 

Tindakan tersebut diduga sebagai respons atas sikap warga yang menolak adanya rencana penambangan quarry batuan andesit di wilayahnya guna kepentingan pembangunan Waduk Bener. 

Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara yang didampingi Pemantau aktivitas HAM Dyah Nan, Selasa (28/9/2021) siang, mengakui warga menolak pertambangan karena berpotensi merusak kelestarian lingkungan serta mengancam kelangsungan hidup warga. 

"Untuk memperkuat analisis kasus, Komnas HAM juga meminta kelengkapan data yang berkaitan dengan kasus tersebut. Komnas HAM juga meninjau situasi dan kondisi di lokasi yang rencana akan menjadi lokasi penambang batu andesit," kata Ulung. 

Gali keterangan 

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, sesuai wewenang Komnas HAM RI dalam melaksanakan fungsi pemantauan dalam Pasal 89 Ayat 3 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dilakukan pemantauan langsung ke lapangan dan meminta keterangan dari berbagai pihak pada 28-29 September 2021. 

Pemantauan lapangan dilakukan dengan menggali keterangan dan informasi mendalam terkait permasalahan yang dialami oleh Warga Desa Wadas yang menolak penambangan tersebut. Termasuk kronologi peristiwa intimidasi yang dialami oleh warga. 

"Setelah melakukan pemantauan lapangan, Komnas HAM melakukan koordinasi dengan Pemkab Purworejo untuk meminta keterangan terkait permasalahan penambangan batu andesit serta upaya-upaya yang telah yang dilakukan oleh pemkab," terangnya. 

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim Purworejo serta pihak terkait lainnya. 

Komnas HAM menekankan pentingnya pemenuhan dan perlindungan hak setiap warga negara untuk hidup, hak atas rasa aman dan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagaimana tercantum dalam pasal 9 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 

"Komnas HAM menekankan kembali agar semua pihak mampu mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dan penghormatan kepada hak asasi manusia sebagai dasar tindakan maupun pembuatan sebuah kebijakan," tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00