Tancap Gas Bersinar, Wamenkumham Acungi Jempol BNNP DIY

KBRN, Yogyakarta: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, benar-benar serius menggarap program Bersih Narkoba (Bersinar) di tahun ini. Ini dibuktikan dengan deklarasi Bersinar bagi seluruh UPT Kemenkumham di Yogyakarta. 

Menjadi semakin spesial, deklarasi yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Sleman, Kamis (30/9/2021) siang, dihadiri langsung Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej SH MHum. 

Wamenkumham yang juga Guru Besar Fakultas Hukum UGM itu mengungkap fakta banyaknya narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menghuni lapas dan rutan di Indonesia. Jika tidak ditangani dengan benar, maka akan menjadi bom waktu yang dapat menyuburkan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di internal penjara. 

"Lebih dari 160.000 orang narapidana lapas adalah kasus narkotika. Kejahatan narkotika ini unik. Kejahatan ini masuk dalam hukum pidana khusus yang bukan UU Pidana," ujar dia. 

Pria yang karib dengan sapaan Edy ini mengapresiasi program BNNP DIY bersama dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kanwil Kemenkumham DIY seperti lapas dan rutan. Edy berharap dengan komitmen bersama untuk bersih dari jerat narkoba. 

10 UPT 

Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, ketika memberi sambutan mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, juga turut mengapresiasi dan bangga dengan deklarasi serta pemberian penghargaan Lapas atau Rutan Bersinar oleh BNNP DIY. 

"Saya menilai integrasi dan kerjasama yang dibangun BNNP dan Kemenkumham DIY dalam aspek preventif, represif dan kuratif ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan DIY tidak menjadi sarang peredaran narkoba dari Lapas," kata dia. 

Deklarasi Bersinar diawali apel yang diikuti seluruh jajaran serta WBP di Lapas Kelas IIB Sleman. Brigjen Polisi Andi Fairan, selaku Kepala BNNP DIY menyatakan, pihaknya menggagas program Bersinar untuk lapas dan rutan, berawal dari kejadian lapas yang terlalu penuh, termasuk ketika menampung napi narkoba.

Kondisi over capacity antara jumlah penghuni dan jumlah petugas di lapas memicu kurang maksimalnya pelayanan dan minimnya pengawasan terhadap peredaran gelap narkoba. 

"BNNP DIY berupaya menjalankan strategi secara progresif, terutama dari sisi keamanan dan ketertiban, rehabilitasi hingga penambahan sarana prasarana teknologi untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba," terangnya. 

Kepala BNNP DIY menetapkan 10 UPT pemasyarakatan DIY sebagai proyek rintisan program Bersinar. Kesepuluh UPT itu adalah Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Bapas Kelas I Yogyakarta, Lapas Kelas IIB Sleman, Rutan Kelas IIB Wates, Bapas Kelas II Wonosari. 

Selanjutnya, Rupbasan Kelas I Yogyakarta, Rupbasan Kelas II Wates, Rubasan Kelas II Bantul dan Rupbasan Kelas II Wonosari dan satu UPT Imigrasi yakni Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00