Buntut Kasus Pabrik Pil Koplo, Polres Bantul Siap Sisir Area Pergudangan

KBRN, Bantul : Polres Bantul akan menyisir sejumlah gudang yang ada di wilayah tersebut untuk mengantisipasi penyalahgunaannya sebagai tempat penyimpanan barang illegal. Diakui Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, pihaknya memang kecolongan dengan adanya gudang dan pabik pil koplo terbesar di Indonesia yang telah beroperasi sejak 2018 lalu di wilayah Bantul. Di Bantul menurutnya kawasan yang banya digunakan untuk pergudangan ada di Kasihan dan Pajangan, yang memang padat dan merupakan kawasan industri.

“Keberadaan status daerah pergudangan semua kita awasi, dan termasuk gudang kejadian kemain, gudang digunakan untuk produksi. Polres kecolongan iya, menjadi koreksi kami, tidak hanya Polres, semua aparat pemerintah,” katanya ketika dikonfirmasi Rabu (29/9/2021).

Sementara itu Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharto juga mengaku akan melakukan pengecekan dan penindakan perizinan pergudangan di wilayah Bantul. Semestinya menurut Yulius, sudah ada peruntukan yang jelas ketika membangun gudang. Sehingga yang terjadi di Kasihan kemarin menurutnya merupakan pengalihan peruntukan

“Kami antisipasi adanya pengalihfungsian gudang tanpa laporan,” ujarnya.

Sebelumnya Bareskrim Polri mengungkap adanya dua pabrik pil koplo terbesar di Indonesia yang beroperasi di wilayah DIY. Salah satunya berada di Sonosewu, Ngetiharjo, Kasihan, Bantul yang dalam sehari mampu memproduksi dua juta butir pil koplo.

Mereka mendistribusikan obat-obatan illegal tersebut ke berbagai daerah di Indonesia yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Kalimantan. Dalam pengungkapan itu polisi mengamankan tiga orang tersangka dan juga 30 juta lebih butir pil koplo yang siap edar beserta mesin-mesin pembutan dan bahan bakunya. (dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00