Polisi Tangkap Pelaku Kasus Curas di Sleman

KBRN, Sleman : Polres Sleman menggelar Press Release terkait kasus perkara tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pada Selasa (28/9/2021) pagi.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono,SIK.,M.M menjelaskan terkait kronologi tindak pencurian dengan kekerasan yang dialami korban saat masih perjalanan ke Gereja Klepu. Korban diberhentikan secara tiba-tiba oleh pelaku dengan modus menanyakan alamat.

“Pada hari sabtu, 25 September 2021 sekitar jam 5 lebih 5 menit korban berangkat ke gereja kemudian ditengah jalan ditikam dengan 2 orang menggunakan motor vario, dihentikan pura-pura alasan nya menanyakan alamat dan salah satu pelaku langsung menodongkan benda tajam ke korban, dan pelaku satunya mengambil kunci motor,”  ujar Kapolres Sleman Wachyu Tri Budi.

Polisi berhasil menangkap dan penahanan 2 orang pelaku yang berinisial K.T alias Bege (25) dan  F.R.A alias adet (25), pada (27/9).

Mereka juga seorang residivis pada Juni 2021 dan pelaku satunya keluar pada 2019, dengan kasus pencurian dan pencabulan, serta pelaku F.R.A kasus penganiyayaan. Pelaku asalnya dari daerah Minggir dan bahkan mereka berteman dari kecil dan dipertemukan saat sedang di lapas.

Barang yang didapatkan sebagai barang bukti ada 5, 1 (satu) buah jaket jumper warna hijau merk Bliks Evolution, 1 (satu) buah celana panjang warna hitam merk Gravio,  1 (satu) buah jaket warna hitam merk Volcom, 1 (satu) unit sepeda motor scopy warna cream coklat tahun 2014 beserta STNK, 1 (satu) buah senjata tajam jenis golok, panjang sekitar 30 cm ganggang terbuat dari kayu.

“Ada 5 barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu pakaian pelaku, dan ini senjata tajam yang digunakan oleh pelaku untuk mengancam korban untuk menyerahkan sepeda motornya,” Imbuhnya.

Motif pelaku disebabkan pengaruh alkohol kemudian berkendara sambil mencari korban dan mereka menemukan target dijalan yang menggunakan motor Scoopy warna cream coklat, setelah pelaku berhasil mendapatkan motor lalu mereka bergegas lari kearah Temanggung untuk bersembunyi dahulu.

“Korban tidak sempat di lukai hanya diancam, sehinga korban menyerahkan motor scoopy, dibawa oleh pembongceng langsung mengarah ke temanggung, motor pelaku dan motor korban lgsung dilarikan ke temanggung untuk bersembunyi sebelum menjual nya,” Imbuh Kapolres sleman Wachyu Tri Budi.

Pelaku di kenakan pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.

”Hasil keterangan masih kita kembangkan, baru satu kali katanya melakukan  pembegalan ini namun kita terus kembangkan kasus ini mungkin ada tkp tkp lain,” tutup Kapolres.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00