Pabrik Pil Koplo di DIY Diperkirakan Beromzet Hingga Dua Milar per Hari

KBRN, Bantul : Pabrik obat-obatan keras illegal yang ada di Yogyakarta diduga beromzet hingga dua milyar per harinya.

Hal ini diperkirakan oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, karena dalam satu harinya mereka memproduksi hingga dua juta butir pil terlarang tersebut. Sementara tiga tersangka yang diamankan di DIY masing-masing dibayar senilai Rp 20 juta, Rp 60 juta, dan Rp 200 juta perbulan sesuai dengan peran mereka.

“Kalau produksi dua juta, saya kurang tahu harga pastinya, asumsi satu butir seribu, dua juta, dua milyar satu harinya. Mereka kan tertutup, izin tidak ada, makanya peran serta masyarakat sangat perlu kalau ada situasi di sekelilingya,” katanya pada Senin (27/9/2021).

Sementara itu, Ditipitnarkoba Bareskrim, Brigjend Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan masih ada satu orang tersangka yang masuk dalam DPO, berinisial EY. Tersangka ini bertugas sebagai pengendali seluruh kegiatan di pabrik ini termasuk distribusinya.

“Tadi malam kami tangkap seorang tersangka atas nama HS, seorang ibu tadi malam langsung kami tahan dan kami akan kembangkan dari mana sumber semua bahan kimia ini kaena ini masuk secara illegal,” terangnya.

Sebelumnya Bareskrim Polri berhasil mengungkap pabrik obat-obatan keras illegal di wilayah Sonosewu, Kasihan, Bantul dan Ringroad Barat, Sleman. Pabrik ini disebutnya sebagai yang terbesar yang pernah diungkap oleh Polri karena mampu memproduksi hingga dua juta butir dalam satu harinya. Selain itu produksi mereka didistribusikan menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. (dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00