Terbesar di Indonesia, Pabrik Pil Koplo di Bantul dan Sleman Berhasil Diungkap Polri

KBRN, Bantul : Kepolisian Republik Indonesia (PORLI) berhasil mengungkap megaplan lab obat keras dan berbahaya jaringan Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan ada 13 tersangka yang berhasil diamankan. Mulai dari pengedar, distributor, hingga ke pabrik, dan suplai bahan bakunya.

“Tidak menutup kemungkinan dari 13 tersangka tersebut akan berkembang dengan tersangka lainnya,” katanya pada keterangan pers yang digelar Senin (27/09) di lokasi pabrik.

Sementara itu, Ditipitnarkoba Bareskrim, Brigjend Pol Krisno Halomoan Siregar mengatakan pabrik ini merupakan yang terbesar yang pernah diungkap oleh Polri sejauh ini. Pengungkapan ini berawal dari operasi anti pil koplo 2021 pada September lalu yang berhasil mengamankan lima juta butir pil obat keras dari sejumlah tersangka dari berbagai daerah.

Setelah dilakukan pengembangan kemudian didapatkan informasi pil tersebut berasal dari Yogyakarta. Penyelidikan di wilayah ini kemudian mendapatkan hasil adanya dua pabrik pembuatan pil tersebut di wilayah Bantul dan Sleman.

“Berdasarkan keterangan para tersangka diketahui bahwa pabrik ini sudah beroperasi sejak 2018 lalu dan bisa memproduksi hingga dua juta butir obat illegal dalam sehari,” katanya di kesempatan yang sama.

Di Yogyakarta ini aparat menurutnya mengamankan tiga orang tersangka, yakni J, DA, dan WZ. Serta barang bukti berupa satu unit truk, 30 juta butir obat-obatan keras yang sudah dikemas, sejumlah mesin untuk mencetak obat-obatan, serta bahan baku. Mereka memproduksi obat-obatan yang sudah dicabut izin edarnya oleh BPOM dan mengedarkannya ke berbagai daerah di Indonesia dengan jasa pengiriman. (dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00