Pengedar Shabu Ditangkap BNNP DIY, Bandar Ditengarai Napi Sebuah Lapas

KBRN, Yogyakarta: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY berhasil membongkar kasus peredaran gelap narkoba jenis shabu. Kepala BNNP DIY Brigjen Polisi Andi Fairan kepada awak media, Rabu (15/9/2021) sore, menyatakan benar, jika pihaknya telah menangkap dua orang tersangka yang diduga pengedar narkotika jenis methamphetamine alias shabu.

“Benar, kami sudah melakukan penangkapan Senin (13/9/2021) dini hari, sekitar pukul 00:20 WIB. Sampai saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan pengedar dan asal shabu tersebut,” tutur Andi Fairan.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP DIY Kombes Polisi Tri Yunianto, menyebutkan, pihaknya menangkap Arfani Edo Wianto, usia 20 tahun, asal Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, dan Muhammad Iftifasudin (18) yang juga warga Karanganyar. Keduanya ditangkap di SPBU Pertamina Kalitirto, Jalan Raya Solo-Yogyakarta km 11,5 Dusun Mangunan, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Sleman.

“Berawal dari informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis shabu yang terjadi di wilayah Kabupaten Sleman yang dilakukan oleh para pelaku,” terangnya.

Berdasarkan informasi tersebut, Tri Yunianto menjelaskan, petugas melakukan penyelidikan secara undercover, surveillance, eliciting dan profiling target. Petugas mendapat informasi, pelaku diduga mengedarkan paket shabu untuk wilayah Yogyakarta dan Surakarta.

“Pelaku diduga seringkali mengantar paket kepada para penyalahguna di wilayah Yogyakarta. Petugas telah melakukan surveillance terhadap pergerakan para pelaku, hingga petugas mendapati para pelaku akan melakukan transaksi di sekitar Jalan Raya Solo-Yogyakarta,” tutur Tri Yunianto. 

Paket hemat shabu

Petugas berhasil mengamankan kedua pelaku di lokasi kejadian dan kemudian melakukan penggeledahan. Aparat akhirnya mendapati barang bukti berupa paket hemat shabu dengan berat bruto sekira 3 gram.

“Dari hasil interogasi, pelaku akan melakukan transaksi dengan mengantar paket narkotika jenis shabu kepada inisial RZ, warga Sleman yang sampai saat ini masih dalam penyelidikan. Pelaku mengaku mendapatkan upah atas pengiriman paket tersebut,” ungkapnya.

Menariknya, dari keterangan kedua tersangka yang masih terbilang muda ini, mereka mengaku melakukan perbuatan tersebut atas perintah dari bandar narkoba berinisial BI, yang merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Sragen. Keterangan kedua tersangka itu masih diselidiki tentang jaringan narkoba yang dikendalikan dari balik jeruji Lapas.

“Terhadap barang bukti diduga narkotika jenis shabu tersebut akan dilakukan uji laboratorium di Puslabfor Polda Jawa Tengah. Petugas akan melakukan pengembangan penyelidikan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika tersebut,” tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00