Turunkan 1.359 Personil, Polda Ambil Tindakan Tegas Pemudik Nekad

KBRN, Yogyakarta: Polda DIY menurunkan setidaknya 1.359 personil kepolisian pada Operasi Ketupat Progo tahun ini. Jika ditambah dengan gabungan personil dari TNI, Satpol PP, linmas, Senkom Mitra Polri, Dinas Perhubungan ataupun ormas lainnya, maka lebih dari 3.000 petugas gabungan siap menjaga perbatasan dan akses masuk di lima kabupaten/kota yang ada di Yogyakarta.

“Polda DIY bersama dengan Polda-Polda lainnya serentak seluruh Indonesia ini menggelar operasi dengan sandi Ketupat. Dilaksanakan selama kurun waktu 12 hari terhitung mulai dari 6 – 17 Mei. Melibatkan 1.359 personil yang tersebar di seluruh Polres,” ujar Dirlantas Polda DIY Kombes Polisi Iwan Saktiadi.

Usai mengikuti apel Operasi Ketupat Progo 2021 yang digelar, Rabu (5/5/2021) siang, Iwan Saktiadi menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi pemudik yang tetap nekad masuk wilayah Yogyakarta. Tindakan dan keputusan tegas akan diambil seiring kebijakan pemerintah pusat yang melarang aktivitas mudik.

“Pada momentum Lebaran 2021 ini pemerintah dengan tegas dilarang melaksanakan mudik,” ungkapnya.

Polda DIY menegaskan tindakan tegas diambil demi menekan angka pertumbuhan Covid-19. Terlebih lagi, pemerintah bertekad menghindari ledakan kasus Covid-19 seperti halnya yang kini terjadi di India.

“Hal ini dimaksudkan untuk mengendalikan, mencegah meningkatnya angka penyebaran Covid-19. Diambil tindakan tegas dari pemerintah, dan sudah banyak dasar hukum yang disampaikan mulai dari surat edaran, instruksi Menteri Dalam Negeri, Satgas Covid-19 Nasional dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam X ketika memimpin apel Operasi Ketupat Progo 2021 pada Rabu pagi di Halaman Mapolda DIY menegaskan, posko operasi ketupat tahun ini bukan hanya untuk mengawasi lalu lintas kendaraan, tetapi juga memastikan pelaksanaan protokol kesehatan serta pengecekan dokumen perjalanan yang menjadi persyaratan mobilitas manusia selama libur Lebaran.

“Posko ini bukan hanya menjadi pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 melalui pengawasan protokol kesehatan, pengecekan dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang, melakukan rapid test antigen secara acak kepada penumpang, mencegah dan melakukan penertiban terhadap masyarakat,” papar Wagub.

Polda DIY juga akan melakukan 2.000 swab antigen secara acak terhitung mulai 6-17 Mei mendatang. Uji cepat corona itu diharapkan mampu men-skrining masyarakat yang terpapar covid-19. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00