Diputus Pacar, Nekat Sebarkan Video Hubungan Intim

KBRN, Sleman : Seorang pria inisial AS (21) marah lantaran hubungan asmaranya diputus sang pacar. Berdalih sakit hati, ia nekat mengunggah video berhubungan intim mereka ke media sosial Facebook. 

Wadir Reskrimsus Polda DIY, AKBP Fx Endriadi mengungkap, kini warga yang berdomisili di Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, ditetapkan sebagai tersangka Undang-undang ITE ( Informasi dan Transaksi Elektronik). 

"Tersangka nekat menyebarkan video berdurasi 24 detik tujuannya tak lain mengancam mantan pacar balikan," kata AKBP Fx Endriadi kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda DIY, Rabu (14/4/2021).

Namun karena tak dapat kembali dengan wanita pujaanya, tersangka tak segan-segan mengunggah foto potongan video ke akun Facebook. Bahkan, pemuda ini juga memposting rekaman video intim mereka ke Grup facebook Info Prambanan, Manisrenggo dan Sekitarnya.

Tidak terima dengan perbuatan tersangka, korban inisial S langsung melaporkan mantan pacar ke Polda DIY pada (19/1/2021).

Berdasarkan barang bukti yang diperoleh, tim siber Polda DIY berhasil menggulung tersangka karena terbukti melanggar UUD ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Dihadapan wartawan, tersangka berdalih nekat mengunggah hubungan intim dengan mantan pacar agar bisa balikan dan menikahi wanita pujaannya. 

“Mantan saya juga tahu saat melakukan hubungan badan itu direkam,” kata AS. 

Di sisi lain, AS mengaku hubungan asmara dengan mantan pacar kandas lantaran tak mendapat restu orang tua perempuan. AS tidak pantas dengan korban lantaran miskin.

Dengan terbata-bata, AS menceritakan sepenggal kisahnya dengan sang mantan. Dia mengaku sangat mencintai perempuan tersebut. Perasaan suka terhadap mantannya itu tumbuh sejak dia Sekolah Dasar (SD). Ketika menginjak SMA, keduanya resmi berpacaran. 

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 UUD nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UUD Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Tersangka terancam penjara 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. (evi/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00