Pelajar Asal Ceper Klaten Tewas saat Latihan Silat

KBRN, Klaten : Jajaran Polres Klaten berhasil mengungkap tindak pidana penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan kematian di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan, korban yakni  MNS (15), seorang pelajar yang beralamat di Kecamatan Ceper,  Klaten, meninggal dunia selepas ikut latihan pencak silat.

“Polisi menetapkan, tersangka sebanyak 6 orang, erdiri dari 3 anak yang masih dibawah umur, dan 3 orang dewasa, yaitu Mahmudi (18), warga Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Ajik Nugroho (19), warga Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, dan Ridwan Aldi Prasetyo (20), warga Desa Palar, Kecamatan Trucuk,” jelasnya kepada wartawan di Mapolres Klaten, Jumat (9/4/2021).

AKP Andryansyah menerangkan, pada Sabtu (3/4) sekitar pukul 19.30 WIB sampai 23.00 WIB, warga dan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 17 Rayon Palar, Ranting Trucuk, Cabang Klaten melaksanakan latihan rutin yang diikuti oleh 12 siswa dan 8 warga.

Menurutnya, latihan dibuka dengan doa dilanjutkan doweran pemanasan yang diambil oleh pelatih Mahmudi. Kemudian latihan dipimpin oleh Aril. Setelah itu, mereka istirahat pertama sekitar 15 menit. Saat itu, korban tidak merasakan gejala apa-apa.

“Pada pukul 23.00 WIB sampai 24.30 WIB dilanjutkan materi senam dasar yang diambil oleh Ridwan Aldi Prasetyo selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan oleh Ajik Nugroho dengan memberikan tatihan push up sebanyak 50 kali lebih kepada para siswa termasuk korban. Setelah itu, latihan dipimpin oleh Fendi dan kemudian istirahat,” terangnya.

Pada saat latihan, kata Andryansyah, para pelaku juga memberikan pukulan terhadap korban dengan maksud melatih ketahanan fisik. Kemudian pada pukul 03.00 WIB, saat doa mau pulang, tiba-tiba korban jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Korban sempat diberikan pertolongan nafas buatan dan dibawa ke RSI Klaten oleh Ridwan, Aris (Ketua Rayon), dan Singgih dengan menggunakan kendaraan bermotor milik Ridwan. Pada pukul 03.15 WIB, korban tiba di UGD RSI Klaten, dan kemudian dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Dan sekitar pukul 03.45 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia”ungkapnya

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan,  pengungkapan kasus ini berawal setelah adanya laporan dari keluarga korban yang merasa curiga atas kematian MNS yang sedang mengikuti latihan pencak silat. Berdasarkan laporan tersebut, polisi terus  melakukan tindakan yang dimulai dari olah TKP, penyidikan, hingga menetapkan 6 tersangka.

“Pengakuan keluarga, korban sudah mengikuti latihan pencak silat ini selama 6 bulan lalu. Keluarga terkejut, karena MRS yang dalam kondisi tidak sakit, tetapi tiba-tiba malah meninggal dunia selepas mengikuti latihan pencak silat,” pungkasnya. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00