Pengungsi Merapi Belum Boleh Pulang

Aktivitas warga lereng merapi di Barak Pengungsian Glagaharjo Cangkringan

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Kabupaten Sleman belum membolehkan warga lereng Merapi, pulang ke rumah masing-masing. Saat ini, ratusan warga Kalitengah Lor terutama kelompok rentan, yang sudah dua bulan tinggal di barak pengungsian Glagaharjo diminta tetap bertahan.

Keputusan tentang pemulangan pengungsi, akan dibahas setelah selesainya penerapan kebijakan, Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) pada 25 Januari mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto, dalam konferensi pers usai mengikuti rapat koordinasi perkembangan terkini Gunung Merapi di kantor bupati, Selasa (19/1/2021) sore.

”Nanti akan ada surat dari bupati, kembali pulang atau tetap berada di pengungsian, karena siapapun tidak bisa memastikan kondisi Merapi aman,” kata dia.

Parto Karyo, salah satu pengungsi lansia berusia 80 tahun di Barak Glagaharjo, menyatakan sudah tidak betah tinggal di barak pengungsian.

”Ya kalau disuruh pulang mau, karena di pengungsian kondisinya panas, kalau di rumah kan adem,” ungkapnya.

Wacana pemulangan pengungsi, pernah disampaikan BPPTKG beberapa waktu lalu. Pertimbangannya, dengan melihat turunnya aktivitas seismisitas Gunung Merapi, meski hingga kini erupsi efusif terus terjadi ditandai lelehan lava pijar. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00