Longsor di Kapanewon Mlati Akibatkan 1 Rumah Rusak dan 1 Luka Ringan

Depan
Kiri
Kanan

KBRN, Yogyakarta : Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Yogyakarta menyebabkan satu rumah rusak dan satu orang mengalami luka, akibat material longsor pohon tumbang menimpa atap di Padukuhan Ngemplak Karangjati RT 01 RW 35, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.

Salah satu penghuni rumah Tanu Giri Kriti Atmojo (20) mengatakan, bencana tanah longsor yang mengakibatkan pohon tumbang menimpa atap rumah terjadi sekitar pukul 02.30 wib. Tanu mengira awal suara yang timbul karena meluapnya sungai akibat hujan deras yang terjadi sejak pukul 19.00 wib.

"Kejadian pas hujan lebat sekitar 02.15 terdengar suara pertama seperti banjir, dan kita sudah waspada karena kan berada di bantaran code, terus ada suara kedua sekitar 02.30 itu ternyata ada pohon tumbang dan tanah longsor di belakang rumah," katanya, Rabu (13/1/2021).

Meski mengalami sedikit luka di pergelangan kaki kanannya, namun Tanu mengaku bersyukur keempat penghuni rumah waktu itu masih diberi keselamatan.

"Tadi pagi ada Empat orang yang Satu kebetulan nginap disini, Tiga di dalam dan Satu di luar. Kaki ketimpa reruntuhan pas posisi mau keluar kena puing reruntuhan dan kepala, tapi Alhamdulillah cuma luka ringan di kaki," ungkapnya.

Pihaknya menyebutkan, akibat kejadian tersebut sekeluarga nantinya harus mengungsi di tempat lain yang lebih aman.

"Sementara kita di bengkel mobil, ini tidak difungsikan dulu," imbuhnya.

Menurutnya, penanganan sementara dilakukan dari tim BPBD dan pihak Kapanewon Mlati dibantu warga untuk memotong pohon tumbang serta membongkar atap rumah.

"Tadi sudah di survei. Dibantu memotong, ada bantuan makanan. Masyarakat juga gotong royong ikut membantu. Bantuan lain seprti terpal, perban, dan senso," jelasnya. 

Dari pantauan RRI, rumah berada di bantaran  Code menghadap ke arah sungai dan tebing longsor terjadi di belakang rumah dengan kerusakan sekitar panjang 20 m dan lebar 15 m. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00