Warga Lereng Merapi Tunggu Arahan BPPTKG

Gunung Merapi memasuki fase erupsi

KBRN, Yogyakarta : Warga di Pedukuhan Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo Cangkringan Sleman, siap mengosongkan wilayah. Hal itu dilakukan, jika aktivitas vulkanik Gunung Merapi menunjukkan perkembangan signifikan dalam fase erupsi yang kini sudah berlangsung.

”Kami masih menunggu komando dari BPPTKG sebagai lembaga berwenang,” kata Jamin, Kepala Dukuh Kalitengah Kidul, Senin (11/1/2021).

Pada Minggu (10/1) malam kemarin, wilayah berjarak 6 kilometer dari puncak merapi itu, diguyur hujan abu tipis saat muncul lava pijar. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10 malam selama beberapa menit. Hembusan angin ke arah selatan, membawa material abu vulkanik ke pemukiman.

Namun, situasi masih aman terkendali, sehingga 372 kepala keluarga di Pedukuhan Kalitengah Kidul tidak sampai mengungsi.

”Yang tahu hanya beberapa warga saat ronda, yang tidak ronda ya tidak tahu,” imbuhnya.

Tidak ada dampak berarti akibat turunnya abu vulkanik, karena langsung hilang saat terbawa guyuran air hujan.

Bahaya Abu Vulkanik Merapi

Jika tidak diantisipasi, hujan abu vulkanik Gunung Merapi memiliki dampak buruk bagi tubuh manusia. Selain bisa memicu iritasi mata, abu vulkanik menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, juga bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan (ISPA).

”Lindungi mata pakai topi atau kacamata, kemudian lindungi hidung juga mulut menggunakan masker, apalagi ini masih kondisi pandemi,” ungkapnya.

Selain mengguyur Pedukuhan Kalitengah Kidul, hujan abu vulkanik Gunung Merapi, juga mengguyur beberapa pedukuhan di Desa Glagaharjo Cangkringan.

”Terpantau juga di wilayah Kalitengah Lor, Srunen dan Singlar,” kata Camat Cangkringan Suparmono. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00