Kubah Lava Baru Tidak Stabil

Gunung Merapi terlihat dari kawasan Kinahrejo Cangkringan Sleman

KBRN, Yogyakarta : BPPTKG hingga kini belum bisa memastikan kebenaran informasi, soal munculnya kubah lava baru di tengah material kawah Gunung Merapi yang terbentuk tahun 1997.

Sejak memasuki fase erupsi tanggal 4 Januari lalu, gundukan material baru hanya terbentuk di lereng kawah 1997. Pantauan kamera CCTV juga belum menunjukkan, munculnya kubah lava baru lain, meski ada indikasi ke arah itu.

”Perlu kita amati lebih lanjut lagi, soal adanya dugaan kubah lava di tengah ini,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui zoom meeting, Sabtu (9/1/2021) sore.

Terkait kubah lava yang muncul di bagian lereng, pihaknya belum bisa menghitung berapa volumenya. Selain karena terlalu kecil, juga terlihat masih pendek.

Posisi kubah tersebut juga menjadikannya tidak stabil, sehingga saat muncul langsung menjadi lava pijar. Ini sangat berbeda dengan kondisi kubah lava sebelumnya yang berada di tengah.

”Saat lava awal muncul belum terjadi guguran lava pijar, tapi ini begitu muncul langsung jadi guguran lava pijar,” imbuhnya.

Dari pantauan lembaganya, Hanik menyebut sudah terjadi lima kali luncuran awan panas. Empat kali terjadi pada tanggal 7 Januari lalu, dan satu kali pada tanggal 9 Januari dengan jarak maksimal 500 meter.

Luncuran awan panas tersebut, juga ikut membawa material lama. Hal ini masih akan terus terjadi, selama aktivitas vulkanik masih tinggi. Kondisi terkini, deformasi mencapai 10 centimeter per hari, juga tingginya guguran di sektor barat.

”Selama masih ada pergerakan magma dari dalam ke permukaan, diindikasikan juga dari seismisitas yang masih tinggi, karena desakan magma ke sektor barat,” terang dia. (ws/yyw).            

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00