Di Akhir Tahun, Yogyakarta Diterjang Cuaca Ekstrim

Foto ilustrasi tanah longsor akibat cuaca ekstrim

KBRN, Yogyakarta : Cuaca ekstrim seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, berpeluang terjadi di Yogyakarta saat pergantian tahun.

Fenomena ini disebabkan, munculnya tekanan udara rendah di Samudera Hindia.

Sesuai prediksi BMKG, bencana banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang, sangat mungkin terjadi di penghujung tahun.

Prakirawan BMKG Yogyakarta Sigit Prakoso, mengeluarkan beberapa himbauan untuk masyarakat.

”Perhatikan peringatan dini yang kami keluarkan, masyarakat juga perlu menormalisasi saluran air agar tidak terjadi genangan,” katanya, Rabu (30/12/2020).

Sedangkan masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan, perlu diwaspadai potensi longsor saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Potensi munculnya angin kencang juga perlu diperhatikan, sehingga pepohonan yang rimbun perlu dikurangi pada bagian batang dan rantingnya.

”Dan saat terjadi sambaran petir, jangan berteduh di bawah pohon, yang berada di dalam mobil juga jangan keluar saat ada petir,” imbuh dia.

Di wilayah Kota Yogyakarta, terdapat sejumlah sungai yang rawan banjir, jika terjadi hujan lebat.

DC Purnomo Wahyudi, relawan Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Yogyakarta memastikan, sistem peringatan dini sudah terpasang di tiga bantaran sungai.

Yaitu di Sungai Winongo, Sungai Code dan Sungai Gajah Wong.

”Jadi informasi itu pertama kali kami dapatkan dari Pos Ngentak, dan kami teruskan lewat early warning system,” terang dia.

”Teman-teman relawan juga punya rekan-rekan yang bisa saling menginfokan potensi bencana,” lanjutnya.

Tidak hanya sistem peringatan dini, pos pantau relawan juga telah berdiri, di sepanjang bantaran sungai yang melintasi Kota Yogyakarta.

Jika muncul potensi banjir, para relawan akan mengevakuasi 200 kepala keluarga yang tinggal di pinggir sungai. (ws/yyw)     

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00