Kegempaan Merapi Saat Ini Melampaui Erupsi 2010

Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah

KBRN, Yogyakarta : Hingga kini, aktivitas vulkanik berupa kegempaan di Gunung Merapi, sudah lebih tinggi dibandingkan saat terjadi erupsi tahun 2010 silam.

Sesuai catatan BPPTKG per tanggal 22 Desember lalu, sudah terjadi 20.592 kali gempa. Sedangkan pada saat erupsi 26 Oktober 2010, hanya terjadi 8.894 kali gempa.

Hal ini disebabkan, adanya pergerakan magma yang menuju ke permukaan, tetapi belum bisa menembus permukaan kawah.

”Sehingga terus menyebabkan bertambahnya jumlah gempa,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, saat menjelaskan aktivitas Gunung Merapi terkini, melalui Zoom Meeting, Selasa (29/12/2020) sore.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida

Kondisi tersebut, menunjukkan adanya skenario pergerakan magma dari dalam. Kemungkinan besar, magma sedang mencari titik lemah ke arah mana akan keluar.

Jika melihat deformasi atau penggembungan tubuh gunung, maka desakan magma menuju ke arah barat laut.

”Inilah yang menjadi titik lemahnya pada saat ini,” imbuh dia.

Dari hasil pemantauan satelit, masih terlihat beberapa fenomena guguran, longsoran juga rekahan per tanggal 14 Desember. Khusus rekahan, panjangnya sudah mencapai 120 meter.

Kawah di sisi barat laut ucap Hanik, juga terangkat lebih tinggi dari pada sebelumnya. Saat ini, BPPTKG masih terus mengevaluasi data-data aktivitas vulkanik yang ada, mengingat kecenderungan erupsi masih tetap ada.

Lewat upaya ini diharapkan, bisa meminimalkan resiko baik korban jiwa maupun kerugian materi, jika nanti erupsi betul-betul terjadi.

”Probabilitas erupsi masih tinggi, dan tingginya seismik juga deformasi yang ada serta morfologi di puncak kita gunakan sebagai indikator,”terang dia. (ws/yyw)   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00