Malam Tahun Baru, DPRD Kota Usulkan Tutup Kawasan Tugu Hingga Titik Nol

KBRN, Yogyakarta : Meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Yogyakarta saat ini mendorong DPRD Kota Yogyakarta membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Pelaksanaan Penanganan Covid-19 pada rapat paripurna dewan 25 Desember 2020 lalu.

Dalam salah satu catatannya, Pansus mengusulkan adanya penerapan lockdown total/pembatasan jam malam pada tanggal 31 Desember2020 mulai pukul 18.00 wib hingga 1 Januari 2021 pukul 06.00 wib di kawasanTugu sampai Titik Nol Kilometer.

Ketua Pansus Pengawasan Pelaksanaan Penanganan Covid 19 DPRD Kota Yogyakarta, Fokki Ardiyanto mengatakan, tradisi masyarakat saat malam pergantian tahun, selalu terpusat di sepanjang Tugu hingga Titik Nol.

Menurutnya, dengan potensi ribuan masyarakat yang akan merayakan pergantian tahun terutama pada masa tanggap darurat bencana covid, maka perlu dilakukan langkah penutupan.

"Itu kan potensi yang sangat-sangat di depan mata itu bisa terjadi penularan Covid, yang itu sangat banyak dan mungkin kalau itu terjadi maka itu akan sangat sulit di tracing. Pertimbangan satu potensi klaster yang sangat besar. Yang kedua fasilitas kesehatan kita itu sangat terbatas dan tidak siap, ketika ada ledakan (covid,-red) di situ. Soalnya ribuan itu nanti," katanya, Senin (28/12/2020).

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Krisnadi Setyawan menyebutkan, secara teknis penutupan kawasan Tugu hingga Titik Nol kilometer cukup untuk mengurangi kerumunan.

"Ini yang kita usulkan lockdown aja 12 jam dari jam 6 sore sampai 6 pagi selanjutnya. Hari berikutnya malam Sabtu dan malam Minggu dikembalikan kepada SE Walikota yang jam 11, jangan yang jam 10 yang i itu harapan kami bisa memberi kelonggaran ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Menurut Krisnadi, penerapan instruksi Gubernur terkait Penegakan Protokol Kesehatan pada Libur Nataru 2020, kalau ditegakkan secara serius pun dinilai baru mengurai 50 persen, apalagi jika pada malam pergantian tahun di lepas begitu saja.

"Kalau kemudian nanti malam tahun baru di los, meskipun sampai jam sepuluh, tapikan kerumunan sudah sejak sore, mereka tidak jajan, tidak apa cuma nongkrong berkerumun kan sama saja," ujarnya.

Potensi lain terkait sampah, di masa pandemi ini yang pada tahun baru sebelumnya bisa dikerjakan secara kerja bakti, namun dijelaskannya, melihat kondisi pandemi saat ini sehingga hal tersebut memiliki resiko tinggi.

"Kalau saya pribadi saya akan melarang kerjabakti karena resiko tinggi kalau komunitas ikut kerja bakti nol meter, Malioboro," imbuhnya.

Selain itu, Pansus juga menilai petugas lapangan seperti Satpol PP, Jogoboro juga kewalahan, terutama petugas pemakaman dari BPBD baik Kabupaten Kota yang sudah kewalahan. 

"Kita tidak mau Dua Tiga minggu lagi ada ledakan," terangnya.

Pihaknya optimis usulan tersebut efektif, mengingat awal pandemi lalu pada bulan April dimana petugas mengambil langkah tegas dengan melakukan pembubaran warga yang hanya nongkrong.

Usulan tersebut nantinya akan disampaikan Pansus Pengawasan Pelaksanaan Penanganan Covid 19 DPRD Kota Yogyakarta kepada Pemerintah Kota Yogyakarta pada Rapat Paripurna, Senin (28/12/2020).

"Hari ini disampaikan di Paripurna, secara resmi kami serahkan ke Pemerintah Kota,  tinggal nanti kalau ada apa-apa ya yang tanggung jawab eksekutif. Kita DPRD sudah bersikap," pungkasnya. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00