Cegah Lonjakan Kasus Covid di Musim Liburan, Kota Yogyakarta Perkuat Koordinasi

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi

KBRN, Yogyakarta : Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta menggelar rapat evaluasi terkait lonjakan kasus penularan Covid paska musim libur, untuk mempersiapkan musim libur akhir tahun agar tidak terjadi kembali lonjakan kasus.

Menyikapi perkembangan kasus penyebaran virus Corona di Kota Yogyakarta yang mengalami peningkatan, Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kota Yogyakarta menggelar rapat Koordinasi bersama seluruh OPD Puskesmas, dan Camat se-Kota Yogyakarta. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan kasus paparan Covid serta mempersiapkan musim libur akhir tahun agar tidak terjadi kembali lonjakan kasus.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan, lonjakan kasus penularan covid di Kota Yogyakarta, terjadi paska libur panjang bulan Oktober 2020 lalu.

Melalui rapat koordinasi yang diikuti seluruh kepala OPD, Kepala Puskesmas dan para Camat di seluruh wilayah Kota Yogyakarta, diharapkan semakin menguatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan mencegah penularan covid 19 yang dinilainya sudah semakin kendor.

"Jadi ini agar menjadi perhatian, jadi evaluasi kami itu untuk menunjukkan kepada OPD agar tidak kendor protokol covid. Karena sudah sedemikian lama, mungkin orang sudah menganggap seperti biasa manakala kita itu menghadapi kasus-kasus yang terkait covid. Mungkin pengecekan thermogun sudah kendor maka itu tetap kita ingatkan supaya tidak boleh kendor pengecekan thermogun, menyiapkan handsanitiser, dan kemudian cuci tangan, jaga jarak dan segala macam," kata Heroe di ruang kerjanya, seusai rakor Penanganan Covid -19, Senin (30/11/2020).

Dengan tingginya potensi kunjungan ke Kota Yogyakarta, terutama rencana libur panjang di akhir tahun mendatang, melalui koordinasi di seluruh sektor Heroe mengharapkan, kasus yang terjadi di wilayahnya dapat selesai dan langkah antisipasi liburan mendatang dapat lebih direspon dan dipersiapkan, sehingga tidak terjadi kenaikan kasus paparan paska libur panjang.

"Kita sekarang  mencoba untuk mengendalikan sebaran, sumber penyebab bermacam-macam tapi sebagian baik di keluarga maupun non keluarga sebagian besar perjalanan, karena kita kan tamunya banyak dan orang kita sendiri juga libur keluar, nah orang libur keluar juga dapat membawa seperti kasus BKPP itukan satu keluarga liburan ke Temanggung," ujarnya.

Melihat potensi sebaran tersebut langkah Pemkot ditambahkan Heroe adalah mempersiapkan masyarakat, mempersiapkan seluruh pelaku ekonomi, destinasi wisata, dan semuanya orang yang memberikan fasilitas dan layanan untuk mampu lebih baik lagi dalam mengantisipasi liburan akhir tahun.

Heroe Poerwadi memperinci, kasus mingguan yang terjadi sebelum adanya libur panjang sekitar 50-60 orang di Kota Yogyakarta. Namun paska libur panjang pada bulan Oktober mencapai angka sekitar 600 kasus.

"Berdasar grafik Oktober ini bisa sampai 600-an itu totalnya, tapi kasus hariannya paling tinggi 200-an. Maksudnya total harian yang dirawat bukan Satu hari total harian yang dirawat paling tinggi sampai 222 dibulan September- Oktober yang November ini kenaikannya naik tajam," jelasnya.

Terkait penanganan diungkapkan Heroe, kasus yang terjadi di bulan November ini terjadi dengan sumber kasus dan terjadi secara serentak, sedangkan di bulan Agustus banyak sumber namun tidak serentak sehingga langkah bloking lebih mudah dilakukan.

"Bedanya juga, ini kasusnya banyak itu artinya tidak saling berhubungan. Jadi kalau Klaster dan tidak Klaster tuh sebenarnya bahayanya yang tidak klaster. Kalau klaster gampang (blokingnya) selesai, kalau tidak klaster dibloking ada kasus lain, sumbernya banyak. Lha yang kasus November sumber kasus banyak. Kalau yang Agustus itu sumber kasusnya juga banyak tapi tidak serentak," pungkasnya. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00