Satu Pedagang Positif Covid, Pasar Beringharjo Timur Desinfeksi Total

Petugas Penyemprot Desinfektan Pasar Beringharjo
Pasar Beringharjo Timur
Petugas Damkar Melakukan Penyemprotan Desinfektan di Pasar Beringharjo Timur

KBRN, Yogyakarta : Satu Pedagang sayur pasar Beringharjo sisi Timur terkonfirmasi Positif Covid, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Kebakaran Kota Yogyakarta melakukan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh ruang gedung tersebut.

Kepala Disperindag Kota Yogyakarta Yunianto Dwisutono mengatakan, penyemprotan dilakukan sebagai upaya sterilisasi dan desinfeksi setelah adanya salah satu pedagang sayur yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Desinfeksi maksimal dengan cairan desinfektan diback up dinas kebakaran walaupun secara rutin sudah kita lakukan penyemprotan, tapi untuk kali ini supaya hasilnya bisa maksimal pasar kita tutup. Sambil menunggu tresing Puskesmas Gondomanan yang melakukan tresing pedagang kemarin," katanya, di sela penyemprotan pasar Beringharjo sisi Timur, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan di pasar Beringharjo dilaksanakan secara ketat, mulai pemakaian masker, QR Code, pengaturan jaga jarak maupun arus lalu lintas di pasar bahkan, penyemprotan rutin khusus di pasar Beringharjo dilakukan sehari dua kali pagi dan sore.

"Kalau SOP protokol di pasar ditegakkan secara ketat, tidak pakai masker kita suruh pulang. Tapi kembali penerapan sesuai kesadaran masyarakat," tambahnya.

Ia juga menyebutkan, bagi pemasok barang dagang dari luar daerah terutama dari zona merah diterapkan aturan wajib membawa surat keterangan sehat.

"Kita belajar dari kasus pasar Kranggan. Mudah-mudahan pasar Beringharjo tidak menjadi klaster baru. Ini baru kali ini dan mudah-mudahan yang terakhir dan tidak kemana-mana, maka kita gerak ceppat baik gugus maupun kami," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban pedagang Beringharjo Timur Adem Tentrem Harno menyebutkan, selama ini pedagang yang terpapar Covid disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama ketika di pasar.

"Bilangnya pernah keluar kota sering njagong. Sebelum sakit kan pernah cerita mbak saya itu banyak undangan pernikahan dan kemana-mana. Kalau disini itu tidak pernah ke mushola, bawa bekal dari rumah kalau makan, kalau shalat pulang ke rumah," ujarnya.

Salah satu pedagang di pasar Beringharjo Timur Ida Khabibah menyampaikan, dengan adanya kasus positif salah satu pedagang ini, menjadi pengingat untuk tetap selalu waspada terutama dalam disiplin protokol kesehatan.

Kesigapan pedagang Beringharjo ditambahkannya, selain saling mengingatkan terkait protokol pencegahan covid antar pedagang, beberapa pedagang juga melakukan tes rapid secara mandiri.

"Orang itu sudah lama tidak berjualan karena sakit, namun ketika menerima informasi tersebut beberapa pedagang melakukan tes rapid secara mandiri. Ya lebih berhati-hati dan dikuatin doanya juga," Kata Ida yang juga Humas Paguyuban Pedagang Adem Tentrem.

Sementara itu Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, hingga Senin (14/9/2020) tracing sudah dilakukan kepada 18 orang yang berdekatan maupun memiliki kontak erat untuk mengetahui kontak erat dan yang akan dilakukan swab.

"Setelah hasil tracing ada akan dilakukan swab," ujarnya.

Heroe menyebutkan, satu pedagang terkonfimasi positif Covid bergejala batuk dan sudah diminta untuk tidak berjualan istirahat di rumah sejak akhir bulan Agustus lalu.

"Berumur sekitar 60 tahun, bergejala batuk dan panas rawat inap di rumah sakit kemudian dilakukan rapid test hasil reaktif, kemudian swab hasilnya dinyatakan positif 4 September dan kita informasikan ke Disperindag semalam untuk dilakukan desinfeksi," pungkasnya. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00