DIY Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Covid-19

Kadarmanto Baskoro Aji Sekda DIY

KBRN, Yogyakarta : Status Tanggap Darurat Bencana COVID-19 di DIY kembali diperpanjang hingga akhir Agustus. Pemda DIY akan fokus pada persoalan kesehatan dan pemulihan ekonomi di masa perpanjangan ke tiga masa tanggap darurat bencana COVID19.

Status tanggap darurat bencana COVID19 DIY yang sedianya berakhir 31 Juli, resmi diperpanjang kembali selama satu bulan, hingga 30 Agustus 2020.

Sekda DIY Kadarmanto Baskoro Aji menjelaskan, perpanjangan masa tanggap darurat yang ketiga ini, dikarenakan hingga saat ini pun pemerintah belum mencabut status bencana nasional.

Selain itu, ditambahkannya kasus konfirmasi positif COVID-19 di DIY juga terus bertambah. DIY masih membutuhkan penanganan darura5mt COVID19, berikut pemulihan ekonomi dan program lainnya dengan menggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT).

Baskoro Aji menambahkan pada perpanjangan ketiga ini, pemda DIY akan fokus pada penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, termasuk di dalamnya pemberiaan hibah modal bagi pelaku usaha mikro, dan intervensi perbankan bagi UKM..

"Karenanya selain masih fokus pada penanganan di sektor kesehatan, Pemda juga memfokuskan pada pemulihan ekonomo. Pemda membuat beberapa skema agar bisa meredam laju kontraksi ekonomi yang sekarang ini mulai minus yang berakibat DIY kehilangan keseimbangan pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua 2020.Kita fokus usulkan ke Kementerian Koperasi dan UMKM, bagi mereka yang belum bank-able kita berikan bantuan pada mereka. Sekarang baru proses pendataan, jumlahnya cukup banyak. Data sudah kita kumpulkan, persyaratannya mereka punya usaha dan belum dapat bantuan bank serta tidak punya uang di bank diatas 2 juta rupiah," katanya di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (30/7/2020).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY yang juga Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana menyatakan, peran masyarakat dalam penanganan COVID-19 seperti saat di awal kasus COVID19 sangat diperlukan, termasuk memastikan isolasi 14 hari bagi pendatang.

Karena ditegaskannya, bisa jadi warga yang datang dari luar daerah tekena virus Corona saat di perjalanan.

"Kita perlu menggerakkan kembali masyarakat untuk melakukan pendataan atau pengawasan, monitor orang yang keluar masuk, terutama dari luar atau keluar kota. Ini karena memang pendatang bisa dilakukan isolasi 14 hari. Masyarakat yang akan mengawasi. Ini yang membuat peran komunitas jadi penting," tegasnya.

Disisi lain, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mendukung sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi menjadi prioritas penanganan pada masa perpanjangan tanggap darurat bencana Covid-19 di DIY. (wur)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00