Rusak Sejak 2017 Belum Dibenahi, Talud Opak Oya Pundong Rawan Longsor Susulan

KBRN, Yogyakarta : Warga Desa Panjangrejo dan Srihardono Pundong Bantul yang berada di pinggir sungai Opak Oya berharap segera ada penanganan Tanggul sungai opak oya sepanjang 800 meter di wilayahnya yang rusak sejak 2017 lalu

Warga Gunung Puyuh Panjangrejo Pundong Bantul, Parman mengatakan tanggul sepanjang 800 meter telah rusak akibat luapan sungai saat siklon cempaka 2017 lalu.

"Dulu kan rusak karena kena banjir 2017. Sebagai penanganan darurat, warga bersama relawan, dan aparat baru melakukan penanganan darurat dengan membuat talud karung pasir. Namun kondisinya sekarang pun sudah mulai berkurang dan rusak. Jika tanggul tidak segera dibenahi, dikhawatirkan ketika hujan deras, air meluap, banjir akam terjadi bahkan jika tanggul longsor membahayakan rumah warga di pinggir sungai," kata Parman saat menemui Komisi A DPRD DIY di tanggul Gunung Puyuh, Senin, (6/1/2020).

Kepala Desa Panjangrejo, Awaludin mengatakan selain tanggul yang sudah longsor dan belum dibenahi, tanggul di kawasan dusun Klisak juga banyak yang retak-retak dan berongga di bawahnya karena tergerus arus. Sehingga harus segera dilakukan penanganan agar tidak membahayakan warga.

"Selain disini, di Klisak itu juga rawan ambrol karena bawahnya sudah tergerus berongga. Lebarnya juga sudah kecil sekali. Kami berharap segera ada penanganan. Kalau tidak, kalau sampai jebol membahayakan warga, banjirnya tidak hanya disini tapi bisa jauh, sampai kecamatan juga," katanya.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan pihaknya akan segera berkonsultasi ke pemerintah pusat terkait persoalan itu. Termasuk kemungkinan Pemda DIY mengambilalih penanganan perbaikan tanggul itu, jika BBWSO tidak bisa menangani dalam waktu dekat.

"Kita tidak bisa serta merta menangani karena secara kewenangan ada di BBWSO. Kalau kita tangani malah bisa kena masalah. Nah, semua masalah ini kami akan koordinasikan ke pemerintah pusat. Bagaimana peluang yang mungkin dilakukan agar keselamatan warga tetap menjadi prioritas," ujarnya. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00