FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Toko Plastik Terbakar Hebat, 9 Unit Damkar Diturunkan Padamkan Api

KBRN, Yogyakarta: Kebakaran hebat meludeskan sebuah toko plastik, Minggu (23/1/2022) pagi, di Kecamatan Pakem, Sleman. Lokasi toko berdekatan dengan Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. 

Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 06:30 WIB itu diduga kuat akibat hubungan arus pendek yang membakar barang-barang plastik dan mudah terbakar yang ada di toko. 

Wisnu salah satu saksi mata mengungkapkan, asap hitam membumbung tinggi di angkasa pada Minggu pagi. Namun awalnya, pengguna jalan tak mengira kebakaran itu berasal dari toko. 

"Awalnya dikira ada yang membakar sampah. Tapi ternyata kebakaran beneran," katanya. 

Kapolsek Pakem Kompol Nuning Sukarminingsih mengakui tak banyak yang mengira jika toko plastik itu terbakar ludes. Sejumlah warga kemudian dengan sigap membantu memadamkan api di toko yang masuk Padukuhan Tegal Pakem,  Kalurahan Pakembinangun, Pakem, Sleman. 

"Mungkin karena pagi-pagi belum banyak yang mengira kalau itu kebakaran toko," ujarnya. 

Ketika asap hitam yang membumbung tinggi semakin pekat, sekitar sembilan unit mobil pemadam kebakaran (damkar) didatangkan. Mobil damkar yang datang di antaranya milik Pemkab Sleman dan UGM. 

"Sekitar dua jam kemudian api baru bisa dipadamkan," kata Kapolsek Pakem. 

Nuning Sukarminingsih mengakui api melalap hampir sebagian besar properti milik Asmanto Manggolo. Tak hanya toko milik pria berusia 62 tahun itu, rumah yang ada di belakang toko juga turut terbakar. 

"Dampak kebakaran, toko dan gudang ukuran 10 x 15 meter terbakar. Rumah pokok di bagian belakang toko, ukuran 7 x 10 meter, atap dan tembok bagian barat rumah belakang rumah pokok terbakar," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Nuning Sukarminingsih menuturkan, kerugian yang diderita korban mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Taksiran itu berdasar perhitungan yang dilakukan korban Asmanto. 

"Tak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar," tandasnya. (ros/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar