FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Dalam 5 Tahun, MDMC Bantu Lebih 800 Ribu Korban Bencana

KBRN, Yogyakarta: Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) di Kaliurang, 14-16 Januari 2022, dan diikuti 35 peserta dari jajaran pimpinan harian, koordinator dan anggota divisi. 

Menariknya, dalam forum Rakerpim MDMC, organisasi otonom yang juga bernama Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah itu memaparkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir telah membantu lebih dari 800.000 korban terdampak bencana. 

Baik bencana alam seperti banjir, erupsi maupun bencana hidrometerologi, dan juga bencana non alam seperti pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini. Bantuan yang disalurkan pun juga melintas batas hingga 3 negara. 

Dalam rakerpim ini terungkap selama periode 2016 – 2022 total respon 500 respon tanggap darurat, 3 respon di antaranya dilaksanakan di luar negeri yaitu Rohingnya, Palestina dan Malaysia. 

Koordinator Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi (TDRR) pada MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, menuturkan, selama 5 tahun sejak tahun 2022, total sudah 500 kali respons tanggap darurat dilakukan. Tiga respons di antaranya dilaksanakan di luar negeri seperti Palestina, Malaysia dan kamp pengungsi Rohingya di Cox Bazaar, Bangladesh.  

“Dari respons sebanyak itu, Muhammadiyah melalui MDMC dengan dukungan LazisMu dan banyak pihak lain baik dalam negeri serta luar negeri telah melayani sebanyak 869.323 warga penerima manfaat di 32 propinsi dan 3 negara,” kata Indrayanto, Sabtu (15/1/2022) siang.

Indriyanto memaparkan, untuk merespons tanggap darurat bencana, MDMC dikerahkan sebanyak 15.410 relawan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Baik yang berasal dari MDMC sendiri, majelis/lembaga, organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). 

“Pengerahan relawan Muhammadiyah dari berbagai unsur tersebut dilaksanakan dalam satu payung gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR),” tandasnya. 

Tak beristirahat 

Sementara itu, Budi Setiawan selaku Ketua MDMC PP Muhammadiyah dalam sambutannya mengatakan, meskipun dilanda pandemi, MDMC tak bisa beristirahat karena berbagai kegiatan yang justru semakin meningkat dan berbagai kejadian bencana di masa pandemi. 

“Selama pandemi Covid-19, MDMC termasuk kantor yang tidak pernah kosong baik sekretariat maupun pimpinan,” katanya. 

Budi Setiawan menambahkan Rakerpim kali ini selain mengevaluasi program kerja yang sudah berjalan, juga akan membuka lembaran baru program-program yang akan dilakukan oleh MDMC ke depan. 

"Raker ini juga bertujuan tercapainya konsolidasi pimpinan MDMC PP Muhammadiyah dalam rangka optimalisasi pencapaian program stratregis periode 2015– 2022. Kemudian tersampaikannya laporan, evaluasi dan perencanaan kegiatan divisi, kesekretariatan serta kebendaharaan MDMC PP Muhammadiyah,” ujar dia. (ros).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar