Awal Pancaroba, Waspadai Potensi Pohon Tumbang

KBRN, Yogyakarta : Memasuki awal masa pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan sejumlah potensi bencana terus dipetakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengingatkan awal masa pancaroba waspadai potensi pohon tumbang.

Kabid Kedaruratan Logistik dan Rehabilitasi Konstruksi BPBD Kota Yogyakarta  Budi Purwono mengatakan, kerawanan munculnya potensi bencana pada awal musim pancaroba yang muncul ada pada pohon yang rawan tumbang.

Menurutnya, potensi kerawanan tersebut untuk wilayah kota Yogyakarta tersebar di beberapa titik, namun didominasi pada pohon rawan tumbang di pinggir jalan.

"Biasanya pohon dipinggir jalan karena usia biasanya mengganggu akses jalan sehingga segera ditangani," katanya, Kamis (23/9/2021).

Budi menambahkan, dengan kasus sebaran maupun angka kematian akibat covid yang cukup kondusif saat ini, sehingga Tim Reaksi Cepat (TRC) dapat difokuskan pada kesiapsiagaan pada musim penghujan.

Ia juga menyebutkan, akan melakukan upgrading atau sedikit pembaharuan bagi para anggota yang sebelumnya fokus pada penanganan Covid 19.

"Mungkin diawal bulan depan akan kita siapkan pelatihan internal," imbuhnya.

Sedangkan, pada musim penghujan nanti Budi menyampaikan, potensi kerawanan akan meluas pada area sungai dengan potensi kejadian seperti talud longsor.

"Bantaran sungai tapi trend jika intensitas hujan sudah tinggi dibeberapa titik bantaran sungai ada sedikit masalah terkait luapan air, tapi kalau trend awal ini biasanya pohon tumbang," jelasnya.

Sementara berdasarkan rapat koordinasi BPBD Kota Yogyakarta memasuki musim Penghujan Budi menyatakan, dua talud yang sebelumnya rusak di sungai Gajah Wong, sudah dikondisikan, termasuk dengan kesiapan deteksi dini Early Warning System (EWS) yang sudah terpasang di setiap sungai di wilayahnya dapat beroperasi.

BPBD Kota Yogyakarta juga terus memetakan wilayah-wilayah maupun talud yang berpotensi longsor, nantinya ketika ada kejadian talud longsor akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk dilakukan penanganan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00