Mitigasi Kebakaran, Wirogunan Tak Ingin Tragedi Lapas Tangerang Terulang

KBRN, Yogyakarta: Mitigasi bencana dan cara bertindak yang benar apabila terjadi insiden kebakaran sangat berharga saat ini. Tak ingin tragedi Lapas Tangerang terulang kembali, pihak Lapas Wirogunan menggelar pelatihan serta simulasi pemadaman kebakaran. 

Kepala Lapas Kelas IIA Wirogunan, Arimin, Senin (13/9/2021) mengungkapkan, ternyata memadamkan api tak semudah yang dibayangkan. Salah satu kunci keberhasilan memadamkan kobaran api adalah sikap tenang atau tidak panik, serta mampu bertindak tepat. 

"Bagaimana mengatasi api ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Kalau kita di rumah, kompor kita kebakaran, kemudian kita minta tolong, tapi yang nolongin kita juga teriak kebakaran, terus siapa yang akan memadamkan kebakaran?" tutur Arimin kepada jajarannya. 

Bekerja sama dengan pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, pelatihan dan simulasi berlangsung sejak pukul 08:00 - 10:30 WIB. Tim Pemadam dipimpin langsung Agus Winarto selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. 

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Agus atas pelatihan ini," ujar Kalapas. 

Kegiatan simulasi dan pelatihan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan juga memberikan tips penanganan pertama pada kebakaran bagi petugas Lapas Wirogunan dalam rangka deteksi dini. Tujuannya, apabila terjadi insiden kebakaran di Lapas para petugas siap dan siaga menangani kebakaran. 

"Nah, dengan bekal tadi, dengan ilmu yang disampaikan tadi, apabila terjadi kebakaran kita bisa menanggulangi," tambah Arimin. 

Kegiatan tak hanya diikuti oleh petugas pengamanan, Seksi Kamtib, dan petugas Lapas Kelas IIA Yogyakarta, tetapi juga 50 orang warga binaan. 

Materi pelatihan penanganan pertama pada kebakaran di sampaikan oleh Nevo Roby Haryadi sebagai koordinator lapangan. Para peserta di berikan pelatihan mengenai penanganan pertama pada kebakaran menggunakan peralatan sederhana seperti kain goni basah dan juga menggunakan APAR. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00