Gus Miftah Bertekad Majukan Kickboxing di DIY

Pengibaran Bendera KBI
Pengukuhan Ketua KBI DIY
Rangkaian Pengukuhan Pertandingan Eksibisi

Dilantik secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (KBI), Ngatino. KH Miftah Maulana Habiburrahman resmi menyandang ketua KBI DIY masa periode 2020-2024 di Pondok Pesantren Ora Aji Minggu (9/8/2020).

Meski sempat berat menerima ajakan masuk dalam kepengurusan di cabang olahraga kiai yang akrab disapa Gus Miftah dan dikenal sebagai pendakwah bagi kaum marjinal tersebut bertekad untuk memajukan Kickboxing di DIY, dan dalam waktu dekat akan mengukuhkan kepengurusan di 4 kabupaten 1 Kota sebagai salah satu syarat masuk keanggotaan KONI.

"Target awal dalam waktu dekat KBI Yogyakarta ini bisa masuk ke KONI. Karena jelas apa arti cabang olahraga kalau kemudian secara dejure tidak diakui KONI. Maka ini tugas bersama dan dalam waktu dekat karena hingga Desember mungkin masih new normal, maka kesempatan itu akan saya gunakan untuk segera melantik kepengurusan di 5 daerah di DIY," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Miftah juga menyampaikan,  manusia bisa sehat dengan mengikuti 4 pola yaitu pola hidup, pola pikir, pola makan dan kakean polah atau kebanyakan gaya.

"Saya melihat kalau kemudian amanah itu disampaikan anak-anak Kickboxing, datang ke pondok meminta saya untuk bergabung. Saya melihat, sementara belum ada yang membina saya khawatir mereka kakean polah," imbuhnya.

Pentingnya olahraga untuk menjaga fisik tetap sehat dijelaskannya, sesuai dengan ajaran para nabi dengan postur tubuh yang proporsional.

"Kalau kita membaca sejarah para nabi, semua nabi itu semuanya gagah. Semua agama yang mempunyai nabi itu semuanya gagah badannya semua bagus seperti nabi Muhammad diusia 50tahun lebih beliau bergulat melawan juara gulat Jazirah Arab, beliau masih menang. Ini menunjukkan fisik Rasulullah bagus," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum pengurus pusat KBI Ngatino dalam kesempatan tersebut juga  mengharapkan KBI DIY dibawah kepengurusan Gus Miftah dapat memunculkan bibit atlit baru dan menjadi kiblatnya Kickboxing di Indonesia serta dapat mengikuti 3 event besar yang akan dihelat pada tahun 2021 mendatang.

"Diharapkan segera menjadi anggota koni diy sehingga dapat mengikuti kejuaraan," jelasnya.

Sementara Ketua KONI DIY Djoko Pekik Irianto meyakini melalui komitmen bersama cabang olahraga kickboxing dapat berkembang dengan baik.

Menurutnya, prestasi merupakan kewajiban dalam setiap cabang olahraga namun bukan segala-galanya, mengingat dalam teori pelatihan dapat memunculkan juara 2-3 persen merupakan suatu prestasi bukan kegagalan.

"Proses olahraga prestasi adalah membina karakter bagaimana seorang atlit menjadi sosok utuh disiplin, tanggungjawab, moral tinggi. Di dalam organisasi yang sehat akan didapat prestasi yang kuat," imbuhnya.

Ia menambahkan, kepengurusan untuk memajukan suatu cabang olahraga cukup dengan mewakafkan sebagian waktu, dana maupun pemikiran dan diharapkan dengan pembentukan kepengurusan KBI DIY tetap solid dari waktu ke waktu.

"Dalam kepengurusan itu biasanya ramai tapi nanti agak berkurang berkurang di cabang lain saya berharap dan meyakini di KBI tetap meriah, ada hal yang sederhana dalam mengurus olahraga itu tidak harus Seratus persen, cukup mewakafkan waktu, pemikiran kemudian dana kira-kira 30 persen saja itu sudah bisa memajukan," pungkasnya.

Dalam rangkaian pengukuhan pengurus KBI DIY juga dilakukan 5 pertandingan persahabatan eksibisi yang diawali tim Pogung Muaythai Camp (PMC) dengan atlit Joglo Camp. (ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00