Kepastian Jadwal PON Jadi Acuan Program Latihan Daerah

BRN, Yogyakarta : Atlet voli pasir DIY, Gilang Ramadan tidak masalah dengan adanya penundaan PON Papua. Ia justru menilai akan ada cukup banyak waktu untuk mempersiapkan diri bagi ajang tersebut.

Terlebih PON mendatang akan menjadi penampilan terakhirnya di ajang tingkat nasional itu. Dimana ia juga mendapat target yang cukup berat, yakni untuk bisa mempertahankan tradisi medali emas bagi DIY.

Saat ini, ia pun mengaku persiapannya cukup terkendala dengan adanya pandemic covid-19, sehingga, penundaan ini bisa menambah waktu latihannya, terutama untuk meningkatkan chemistry dengan rekan-rekannya. Mengingat, ia menjadi satu-satunya senior di tim voli pasir DIY.

“Ya, ada rasa sungkannya kalau sama teman-teman, karena mereka junior saya ya, saya yang paling senior sendiri.”

Sebelumnya Ketua Umum KONI DIY, Prof. Djoko Pekik Irianto menyebut pihaknya telah mendapat kepastian jadwal PON mendatang. Dimana dari video conference dengan KONI pusat dan KONI daerah lain di Indonesia, PON diputuskan akan berlangsung pada 2-13 Oktober 2021.

Pihaknya pun menyambut baik kepastian jadwal ini. Karena bisa membantu para pelatih dalam menyusun program latihan mereka.

“Bisa untuk panduan merencanakan program kami, karena kan harus disiapkan betul itu nanti untuk peak performance para atlet.”

Lebih lanjut Djoko mengatakan terkait PON, KONI DIY mengusulkan agar peraturan mutasi atlet tidak diubah. Dimana pedoman mutasi atlet tetap diberlakukan yakni 2 tahun sebelum PON 2020 atau batas atlet mutasi tetap  oktober 2018 tidak ikut mundur 2019. Terlebih ajang Pra PON juga menurutnya telah digelar, sehingga tidak mungkin untuk mengulang kembali ajang tersebut.(devi/ryt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00