BPJ Tumbang di Seri Perdana IBL

KBRN, Yogyakarta : Pil pahit harus diterima skuad Bima Perkasa Jogja (BPJ) berupa kekalahan pertama di seri I, Jumat (10/1/2019) sore, di Semarang Jawa Tengah. Berlaga dalam laga pembuka seri I melawan Louvre Surabaya, Nuke Tri Saputra harus tunduk dengan skor 71-81.

Padahal skuad asuhan Raoul Miguel Hadinoto itu sempat memimpin di quarter kedua dan ketiga, setelah sempat tertinggal 18-26 di quarter pertama. Risdianto Roeslan, asisten pelatih BPJ mengakui salah satu persoalan utama kekalahan atas Louvre adalah menurunnya akurasi tembakan di dua quarter terakhir.

Meski mendominasi attempt atau jumlah tembakan jika dibandingkan lawannya, namun field goals atau presentase tembakan yang berbuah angka BPJ hanya di angka 30 persen. Anak-anak Bima Perkasa Jogja total melepaskan 88 kali tembakan, namun hanya 27 shots yang berbuah poin.

Berbanding terbalik dengan Louvre yang hanya melepas 74 tembakan, namun terbilang lebih efektif karena 32 shots di antaranya mampu berbuah poin. Risdianto pun menyebutkan persoalan itu harus segera diselesaikan sebelum berjumpa Satria Muda Jakarta pada Minggu besok di GOR Sahabat Semarang.

“Kalau melihat kenapa field goals kita rendah, kan ada dua sebab. Pertama, mungkin attempt-nya sedikit, kedua akurasi yang kurang. Kalau kita lihat sih, anak-anak attempt-nya bagus. Nah, persoalannya tinggal di akurasi yang kadang naik, kadang turun,” katanya.

Selain akurasi tembakan yang rendah, pekerjaan rumah bagi BPJ adalah sisi pertahanan atau defence yang perlu lebih diperbaiki. Ini dibuktikan dengan pergerakan andalan Satria Muda, Savon Goodman, yang gagal diantisipasi dengan baik oleh skuad BPJ.

Pemain asing Louvre bernomor punggung lima itu memuncaki statistik pertandingan dengan menjadi pencetak angka terbanyak 28 poin, rebounds terbanyak dengan 19 kali dan assist terbanyak dengan lima umpan berbuah angka. Di kubu BPJ pencetak poin tertinggi adalah Devin Gilligan dengan 24 poin, disusul Nuke Tri Saputra 13 poin dan David Seagers 10 poin. Sementara di pertandingkan kedua, Satria Muda sukses menaklukan tim sesama ibukota, NSH Jakarta, lewat skor 69-59.

Sementara bagi Andika Saputra, pelatih utama Louvre, mengakui BPJ bukanlah lawan yang mudah. Dirinya pun bersyukur Daniel Wenas cs dapat tampil baik meski menghadapi BPJ yang lebih kenyang pengalaman.

“Bagi saya, game pertama selalu sulit, di mana saja saya melatih, game pertama selalu berjalan sulit. Di pertandingan kali ini, kami sempat unggul dua digit, tetapi kami juga sempat tertinggal dua digit. Hal itu menunjukkan masalah konsistensi dalam tim,” tandasnya. (ros/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00