Boaz, Gol Perdana buat Sang Kakak dan Komitmen untuk PSS

KBRN, Yogyakarta: Sebiji gol dari striker PSS Sleman, Boaz Solossa pada menit ke-51 ke gawang Persib Bandung menjadi salah satu bagian penting keberhasilan PSS mengandaskan tuan rumah Persib, Jumat (1/7/2022) malam, dan melaju ke babak empat besar Piala Presiden 2022.

Kaka Boci, sapaan akrab Boaz, mampu mengonversi umpan cantik Wahyu Sukarta menjadi gol melalui sundulan indahnya ke gawang Persib walau ditempel ketat dua bek tuan rumah.

“Ini gol perdana saya buat PSS. Seperti apa yang disampaikan oleh Coach Seto, bahwa di PSS banyak pemain baru yang perlu adaptasi. Saya rasa, hari demi hari Coach Seto menyatukan kami pemain. Akhirnya saya bisa mencetak satu gol di pertandingan kemarin,” ujar Boaz usai briefing penutup di locker room Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat malam.

Eks striker timnas itu juga mengapresiasi dukungan yang diberikan kepada tim PSS berkiprah di turnamen pra-musim Piala Presiden 2022.

“Terima kasih juga untuk suporter PSS Sleman yang selalu menemani kami selama pertandingan. Inilah gol pertama saya buat PSS Sleman, semoga di pertandingan selanjutnya bisa mencetak gol untuk PSS,” tuturnya.

Janji lebih banyak gol

Ia berjanji akan berusaha mencetak gol di pertandingan sesungguhnya, yakni kompetisi Liga 1 Indonesia. Boaz menambahkan gol perdana buat tim Super Elang Jawa dipersembahkan kepada kakaknya, Yovie Blessias yang meninggal dunia belum lama ini.

“Kemarin saya sempat minta izin kepada Coach  Seto untuk pulang tapi pertandingan kita masih lanjut. Puji Tuhan saya bisa menjalani, gol ini saya persembahkan buat kakak saya yang baru meninggal. Semoga dia bisa tenang di alam sana,” kenangnya. 

Mengomentari golnya ke gawang Persib Bandung, Boaz menjelaskan hal tersebut adalah berkat kerja keras satu tim dan kuasa Tuhan.

“Babak pertama tadi sudah hampir cetak gol, mungkin saya unggul satu langkah tapi offside. Saya mencoba kedua kali, puji Tuhan akhirnya gol terjadi,” tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar