FST Benahi Fisik dan Psikologi Atlet Demi Prestasi Lebih baik

KBRN, Yogyakarta: Tampil dengan berkekuatan lima atletnya yang masih duduk di bangku SD hingga SMP, klub Fighting Soul Taekwondo (FST) mampu menorehkan prestasi yang lumayan di event Kejuaraan Kota (Kejurkot) Pelajar 2022. 

Dojang FST total berhasil mendulang tujuh keping medali. Sebuah capaian yang cukup luar biasa bagi sebuah perguruan bela diri yang baru seumur jagung. 

Anditya Rangga Yudhanta, pendiri FST, ketika dihubungi, Kamis (20/1/2022) kemarin, menuturkan, Kejurkot Taekwondo yang berlangsung di Gedung Wana Bakti Yasa pada 18 Januari lalu merupakan event offline kedua yang mereka ikuti di masa pandemi. FST mengirimkan atlet untuk turun di dua kategori sekaligus yang diperlombakan. 

"Kami menerjunkan tiga atlet mengikuti nomor poomsae perorangan yang dua atlet di antaranya juga mengikuti event kyorugi. Dan ada empat atlet turun di kategori kyorugi atau pertarungan," katanya. 

Palam event yang diselenggarakan oleh Pengkot Taekwondo Indonesia tingkat Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Disdikpora DIY, awalnya FST menargetkan 3 medali emas di nomor kyorugi

"Event kali ini termasuk event offline pertama yang diikuti oleh para atlet, kami memang tidak menargetkan prestasi yang terlalu muluk dan hanya dijadikan tolak ukur pengumpulan data program latihan jangka panjang," tutur Rangga. 

Tujuh medali

Medali di kategori poomsae diraih Kukuh Faisal Hidayat dengan medali emas kategori pemula SMP perorangan putra. Kemudian perak oleh Akifa Rikhana kategori perorangan putri pemula SD, dan perunggu oleh Akbarru Masri Ramadhan di kategori poomsae perorangan prestasi SMP. 

Sedangkan, pada kategori kyorugi tiga medali perak diraih oleh Akbarru Masri Ramadhan di under 37 kg cadet putra, Meysa Humaniora under 26 kg pra cadet putri dan Akifa Rikhana pada under 30 kg pra cadet putri. 

Sedangkan untuk sekeping perunggu dipersembahkan oleh Abran Nowo Aji yang turun di kelas under 33 kg putra pra cadet

Pembenahan 

Rangga selaku pendiri FST mengaku tak cukup puas dengan raihan atletnya. Manajemen FST pun langsung melakukan evaluasi dengan orangtua atau wali murid dengan data lapangan yang ada. 

Pihaknya menyoroti faktor psikologis dan kondisi fisik yang harus ditingkatkan meskipun sudah 75% pencapaian dari hasil mengikuti kejuaraan online dan try out

"Tapi saya tetap bangga dan salut dengan kerja keras dan semangat serta kekuatan hati para atlet yang progresnya luar biasa," jelasnya. 

Event yang diikuti kurang lebih 175 atlet pelajar SD, SMP, SMA/SMK se-Kota Yogyakarta itu, FST memang tak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan para jagoannya.

"Pencapaian ini jauh dari ekspetasi kami sebagai pelatih jika dilihat dari cara bermain adik-adik di lapangan. Selain jam terbang bertanding, faktor psikologis dan kondisi fisik menjadi sorotan kami yang utama yang ke depan akan segera kami tingkatkan kembali," kata Devi Allicia selaku pelatih FST. (ros/yyw) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar