Sejumlah Tokoh Publik Perkuat PSS, Manajemen Jamin Tak Jadi Kendaraan Politik

KBRN, Yogyakarta: Manajemen PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) yang menjadi korporasi klub PSS Sleman memasukkan sejumlah wajah baru di jajaran manajemen klub tersebut. 

Salah satunya, Bambang Mariano, yang resmi menjadi manajer tim PSS menggantikan sosok Danilo Fernando, yang mengundurkan diri. Bambang adalah sosok pengusaha yang juga penggemar berat sepak bola. 

“Saya yakin kehadiran Pak Bambang akan membuat suasana tim lebih adem dan nyaman, apalagi ditunjang dengan adanya pak Rumadi," ujar Direktur Utama PT PSS, Andy Wardhana Putra. 

Selain itu, Andy menyatakan klub PSS juga membentuk Dewan Pembina dan Dewan Penasehat. Struktur baru ini banyak diisi pejabat publik di Sleman. 

Dewan Penasehat PSS terdiri dari Kustini Sri Purnomo (Bupati Sleman), Danang Maharsa (Wakil Bupati Sleman), Dwi Retno Sukmawati (mantan manajer PSS Sleman 2019), Sismantoro (mantan manajer PSS Sleman 2018) dan Muhammad Yazid (tokoh sepakbola). 

Jangan takut 

Tentang Dewan Penasehat PT PSS, yang terdiri dari tokoh-tokoh Sleman, Andy Wardhana kembali menegaskan tak perlu ditakutkan PSS Sleman akan menjadi kendaraan politik. 

Adanya Dewan Penasehat itu menununjukkan PSS ingin merangkul tokoh-tokoh yang akan memberikan nasehat saat klub membutuhkan arahan. 

“Kita ingin pada saat membutuhkan, perlu nasehat-nasehat dari beliau-beliau yang cukup berpengalaman seperti Pak Sismantoro, Bu Retno dan Pak Yazid. Tak perlu diragukan lagi kemampuan dan pengalaman mereka,” tambah Andy Wardhana. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa selaku Wakil Bupati Sleman juga dikenal sebagai sosok yang sangat peduli akan PSS. Kehadirannya dibutuhkan, dan akan menjadi pegangan jika ada hal yang membutuhkan arahan, sehingga membuat Super Elja lebih solid ke depannya. 

“Jadi jangan khawatir, PSS tidak akan jadi kendaraan politik bagi siapapun,” tandas mantan Direktur Keuangan. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar