FOKUS: #PON XX PAPUA

DIY Membantah Ofisialnya Kabur dari Tempat Isolasi

Ketua Kontingen DIY Rumpis Agus Sudarko (tengah) bersama ofisial Wesley Tauntu (kaos biru) dan Agung Nugroho (kaos merah) saat memberikan keterangan pers kepada media di Jayapura.

KBRN, Jayapura : Kontingen DIY membantah secara tegas informasi yang beredar mengenai adanya salah satu ofisialnya yang dinyatakan kabur dari tempat isolasi meski terpapar covid-19. Bantahan ini menanggapi pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

“Kami tidak pernah meloloskan dan mengizinkan atlet atau ofisial kami yang terpapar covid-19 untuk lari dari tanah Papua. Terbukti, dua atlet kami dari cabor balap motor di Merauke tetap menjalani isolasi setelah dinyatakan terpapar covid-19,” ujar Ketua Kontingen PON DIY, Rumpis Agus Sudarko di Kabupaten Jayapura, Selasa (12/10).

Setelah menjalani isolasi selama lima hari, kedua atlet balap motor tersebut kembali menjalani tes PCR dengan hasil negatif. Terkait kasus yang disampaikan Menkes, Rumpis menjelaskan, hal tersebut tidak pernah terjadi.

Menurutnya, kasus yang disampaikan itu terkait kepulangan tim sepatu roda DIY dengan jadwal penerbangan tanggal 5 Oktober lalu dan menjalani tes PCR sebagai syarat penerbangan pada tanggal 4 Oktober.  Namun, hingga menjelang penerbangan menuju Jakarta pada Senin (5/10) pagi, hasil tes PCR untuk tim tersebut belum keluar. Sehingga semua anggota tim disyaratkan menjalani tes antigen sebelum terbang menuju Jakarta.

“Nah, baru setibanya di Jakarta, melalui aplikasi peduli lindungi, hasil tes tersebut diketahui satu ofisial tim sepatu roda, yakni Mas Sugeng dinyatakan positif,” lanjutnya.

Setibanya di DIY, Sugeng menurutnya langsung melapor ke Puskesmas untuk mendapatkan arahan tidakan selanjutnya. Dari Puskesmas ia disarankan agar melakukan isolasi mandiri.

“Kemudian pada 9 Oktober kemarin tes PCR kembali dan hasilnya negatif. Beliau sudah kembali bersama keluarga. Jadi tidak benar ofisial kami kabur dari tempat isolasi. Lha dipanggil saja belum pernah, dijemput juga belum, masak dinyatakan kabur,” tegasnya.

Sementara itu anggota tim CDM DIY, Wesley Tauntu menambahkan, kasus tersebut sebenarnya sudah disampaikan dalam rapat koordinasi CDM Meeting harian di PON Papua.

“Mereka ini nyaris tidak bisa berangkat karena hasil PCR sampai pagi sebelum berangkat itu belum keluar. Kasus tidak keluarnya hasil tes PCR ini kembali terulang saat tim renang perairan terbuka dan panahan akan pulang. Akhirnya tim tetap berangkat dengan tes antigen atau surat keterangan,” jelasnya. (dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00