Tumpak Hatorangan: Selamat Jalan Sobatku

Personel TNI menggotong peti jenasah Almarhum Artidjo Alkostar sebelum dimakamkan

KBRN, Yogyakarta : Tumpak Hatorangan Panggabean, mengucapkan kalimat perpisahan dengan terbata-bata, saat menghadap ke sebuah peti mati berselubung kain hijau.

Ketua Dewan Pengawas KPK itu, tidak sanggup menahan linangan air mata, saat melepas kepergian Almarhum Artidjo Alkostar ke peristirahatan terakhir.

"Selamat jalan Bapak Artidjo, sobatku, kami kehilanganmu," ucapnya saat upacara pelepasan jenazah, Senin (1/3/2021).

Sekitar pukul 10.30 WIB, peti jenazah Artidjo dibawa ke pemakaman, berjarak 200 meter dari tempat persemayaman, di Auditorium Kahar Muzakar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Peti jenazah digotong sejumlah personel TNI, diiringi lantunan kalimat Tauhid La Illaha Illallah dari para pelayat, yang mayoritas civitas akademika UII.

Sebelum dimakamkan, dilakukan upacara pelepasan jenazah, yang dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Ketua KPK Firli Bahuri, termasuk Presiden Joko Widodo.

Tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba muncul kabar duka yang mengagetkan Tumpak pada Minggu (28/2) kemarin.

Sehari sebelumnya atau Sabtu (27/2), Almarhum yang juga Anggota Dewan Pengawas KPK, sempat berkirim pesan ke Whatsapp pribadi mantan Wakil Ketua KPK itu.

Pesan berisi ucapan selamat, atas keberhasilan lembaga anti rasuah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

"Saya kaget sekali mendengar kepergian beliau, tapi itulah yang terjadi," ucap dia.

Empat Hal Penting

Di mata Ketua KPK Firli Bahuri, almarhum merupakan sosok yang layak dijadikan panutan bagi Bangsa Indonesia.

Setidaknya, ada empat hal baik dari pribadi mantan Hakim Agung tersebut, yang masih dikenang mantan Ajudan Wapres Budiono itu 

"Pertama beliau sangat sederhana, menerima apa adanya dan tidak pernah meminta kepada negara," ungkapnya.

Kedua, almarhum digambarkan sebagai pribadi yang pandai bersyukur, ikhlas dan sabar dalam menjalani hidup.  Ketiga, ada satu pesan khusus, yang hingga kini selalu terngiang di ingatan Firli.

"Beliau selalu katakan kepada saya, Pak Firli jaga integritas, tetaplah berani supaya bisa menjalankan tugas," kenangnya.

Dan yang keempat, kepergian almarhum Artidjo kata Firli, tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar KPK, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia. Warisan integritas yang ditinggalkan, senantiasa menjadi inspirasi dan semangat bagi lembaganya, untuk memberantas korupsi.

"Jadikan lebih banyak lagi orang yang semangat memberantas korupsi, sebagaimana layaknya Pak Artidjo," pungkasnya. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00