Supriyanto Hanya Bisa Pasrah Pada Nasib

Terminal Jombor Sleman sepi penumpang

KBRN, Yogyakarta : Sembari menghisap sebatang rokok, Supriyanto menyampaikan keluh-kesahnya bekerja sebagai pengemudi bus, yang sudah ia jalani sejak tahun 1991.

Lelaki usia 46 tahun warga Wirobrajan Kota Yogyakarta itu, tak bisa menyembunyikan raut muka gelisah, saat menunggu penumpang yang tidak kunjung datang, untuk diangkut menuju ke Magelang Jawa Tengah.

Sembari duduk di kursi tunggu penumpang kawasan Terminal Jombor Sleman, ia hanya bisa pasrah pada nasib, saat Virus Corona membuatnya tak berdaya.

”Sepi, dua hari saya tidak punya penghasilan malah tombok (rugi, red), punya uang Rp 150 ribu habis cuma buat makan dan beli rokok,” katanya, Selasa (26/5/2020)

Dibandingkan lebaran tahun lalu, Supriyanto merasakan kondisi yang jauh berbeda. Saat itu, armada bus yang dikemudikannya dijejali penumpang, bahkan ada yang rela berdiri berdesak-desakan.

Penumpang di Terminal Jombor

Jika bisa dua sampai tiga kali mengemudikan mini bus berkapasitas 20 orang ke tempat tujuan, ia bisa memperoleh pendapatan bersih hingga Rp 600 ribu. Uang tersebut untuk membeli bahan bakar solar, makan dan rokok.

”Penumpang turun hingga 99 persen, dua hari ini seribu perak saya belum dapat,” imbuhnya.

Biasanya, ia mulai mulai bekerja sejak pukul enam pagi, tetapi jika tidak ada penumpang, armada bus hanya diparkirkan di terminal. Kemudian pada keesokan harinya, ia kembali menunggu penumpang minimal tiga orang agar bisa berangkat.

”Yang mau naik bus diperiksa dulu di Posko Kesehatan Terminal, cek suhu dan pake masker, Jogja-Magelang tarifnya Rp 20 ribu,” katanya.

Nasib serupa dialami Margono warga Sleman, yang bekerja sebagai pengemudi ojek di Terminal Jombor sejak tahun 1996. Pandemi Covid-19, membuatnya tidak bisa meraup rejeki, seperti lebaran tahun lalu.

”Kalau tidak ada penumpang yang cuma diam seperti ini saja, hanya ojek biasa kalau ojek online tidak ada yang narik, sepi penumpangnya,” ungkapnya.

Selain sepeda motor, Margono juga mengoperasikan mobil untuk mengangkut penumpang. Jika jarak dekat, tarifnya Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, tetapi jika ke Muntilan Jawa Tengah tarifnya Rp 50 ribu sekali jalan.

”Kalau cuma dekat ya pakai motor, itu kalau penumpangnya mau, kalau nggak ya nggak jadi narik, ini sepi banget penumpangnya,” kata dia.

Baik Supriyono maupun Margono berharap, Pandemi Virus Corona segera berakhir, agar mereka bisa kembali mengais rejeki di Terminal Jombor Sleman. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00