Takjil Drive Thru untuk Mahasiswa di Yogyakarta

KBRN, Sleman : Untuk membantu para mahasiswa yang kesulitan selama bulan puasa ini, Masjid Pogung Dalangan (MPD) yang terletak tidak jauh dari UGM, menggelar program takjil drive thru. Dimana sebanyak 500 porsi makanan dibagikan setiap harinya untuk para mahasiswa di sekitar masjid.

Menurut Ketua MPD Peduli Bidang Sosial Masjid Pogung Dalangan,  Ma'ruf Ridho Syahrofi program bertajuk tebar buka puasa itu digelar sejak hari pertama Ramadhan hingga akhir besok. Hal ini untuk membantu masyarakat di tengah wabah pandemi covid-19 saat ini.

Ada dua program yang dijalankan dalam kegiatan tersebut. Pertama yakni untuk masyarakat fakir miskin di sekitar masjid yang mendapatkan bantuan berupa yang tunai yang dibagikan pada H-1 ramadhan. “Ada 340 jiwa fakir miskin di padukuhan dari 260 kk itu yang pertama kami berikan sekitar 10 ribu perjiwa per hari kali 30 hari jadi per orang dapat 300 ribu,” ujarnya.

Kemudian khusus untuk para mahasiswa diberikan bantuan berupa takjil yang bisa mereka ambil secara langsung di masjid pada sore hari.

“Untuk sistem pengambilannya, kami buka stand sejak pukul empat sore sampai habis. Untuk protokol yang mengambil boleh perwakilan anak kos untuk ke masjid. Tetapi dibatasi satu orang maksimal tiga bungkus, jadi kalau di kos ada sembilang ya tiga orang yang datang,” lanjutnya.

Sejumlah protokol kesehatan pun harus mereka jalani untuk mengambil paket takjil berupa nasi, lauk pauk, kurma, dan air mineral itu. Seperti menggunakan masker, penyemprotan disinfektan oleh panitia dan menjaga jarak aman minimal satu meter dalam antrian.

Terkait dengan sumber pendanaan sendiri, Ridho menyebut berasal dari sumbangan masyarakat. Dimana mereka melakukan penggalangan secara online dan offline. Untuk online, dilakukan melalui berbagai media sosial mereka. Sementara secara offline dilakukan melalui kumpulan pengajian yang tersebar di wilayah tersebut.

“Tetapi paling banyak melalui online sih selama ini.”

Dana yang terkumpul menurut Ridho kemudian dimanfaatkan untuk membeli paket makanan dari warga sekitar masjid. Dimana mereka belakangan juga terdampak secara ekonomi karena pandemic ini.

“Untuk penyediaan yang kami lakukan adalah membeli ke warung di sekitar masjid. Kami mendapat respon positif, karena di tengah pandemi ini mereka kekurangan orderan belakangan, dengan diorder dari masjid, kami jadwal itu mereka sangat senang sekali karena dapat orderan lagi,” pungkasnya. (par/ian)

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00