Kisah Bregada Gugah Sahur

KBRN, Yogyakarta : Suasana nampak sepi, namun di salah satu sudut perkampungan, Jumat (24/4/2020) dini hari, beberapa orang pemuda terlihat masih terjaga.

Guyuran hujan dari langit, menyisakan rintik gerimis. Tak hanya itu, jejak hujan juga membentuk cermin alam di jalan bergelombang, memantulkan cahaya putih dan kuning, dari nyala lampu di sudut-sudut gang.

Hawa dingin saat itu, tak menciutkan nyali Catur Edi Pamungkas. Ia bersama sejumlah pemuda lainnya, terlihat menyusuri heningnya suasana jalan, di Pedukuhan Sedan, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Masing-masing dari mereka membawa instrumen musik perkusi, seperti yang biasa dimainkan kelompok marching band, ketika tampil memeriahkan pawai di seremoni acara-acara besar.

Secara serempak, Catur dan beberapa temannya membunyikan instrumen, menggunakan alat pemukul dari kayu bernama stik, yang mereka pegang di kedua tangan masing-masing.

Ketukan berirama pun terdengar cukup keras, memecah keheningan menjelang santap sahur, di hari pertama memasuki bulan puasa.

Satu-persatu warga yang sempat terlelap, dalam buaian kisah mimpi malam, perlahan mulai membuka kelopak mata, ketika mereka mendengar suara berisik dari luar rumah.

Beberapa saat kemudian, dapur dan ruang makan menampakkan geliat, saat ibu-ibu rumah tangga menyiapkan hidangan dan minuman lezat, untuk disantap satu keluarga, sebelum adzan subuh menjelang.

Tradisi membangunkan sahur di Pedukuhan Sedan ini, sudah rutin dilakukan para pemuda setiap Ramadhan. Namun, pandemi Covid-19, membuat suasana bulan suci umat muslim terasa berbeda.

”Saya berharap virus corona segera berlalu, dan suasana Ramadhan bisa kembali seperti biasanya,” kata Catur.

Ketua Pemuda di RT 06 itu pun melihat masjid-masjid lebih sepi, meski semangat warga muslim tetap terjaga, untuk melaksanakan ibadah puasa di tengah suasana yang penuh keprihatinan.

”Dan kami akan selalu membangunkan warga untuk sahur, agar puasa mereka lancar selama satu bulan ke depan,” lanjutnya.

Aktivitas bregada gugah sahur mendapat apresiasi Suratman, selaku Ketua RT 06 Pedukuhan Sedan, karena bisa menyemangati warga untuk tetap menjalankan puasa.

”Saya juga optimis Bangsa Indonesia akan bisa kuat, menghadapi wabah corona ini,” terangnya.

Tak lupa, warga Pedukuhan Sedan juga diminta tetap menjaga jarak dan memakai masker saat keluar rumah, agar penularan virus corona tidak meluas.

”Mari kita patuhi anjuran pemerintah menyikapi Covid-19,” kata Dukuh Sedan Miyarno. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00