Obat Rindu Pak Guru

KBRN, Yogyakarta : Aktivitas mendengarkan radio, menjadi sesuatu yang tidak tergantikan bagi Arianto Eko Nugroho. Sejak munculnya media sosial yang diakses lewat internet, guru mata pelajaran Otomotif di SMK Negeri 2 Yogyakarta ini, sempat meninggalkan hobinya mendengarkan siaran wayang kulit dan musik campur sari di radio.

Namun, kerinduannya terhadap suara penyiar terobati, ketika RRI membuat program Ibu Pertiwi Memanggil, yaitu sebuah program siaran yang mendukung siswa sekolah belajar di rumah, selama berlangsungnya Pandemi Covid-19. Lewat acara itu, ia bisa menyampaikan materi kepada siswanya menggunakan media suara.

Lelaki usia 42 tahun, yang baru dua bulan pindah tugas dari SMK Negeri 2 Gedangsari Gunungkidul ini bercerita, ada keasyikan tersendiri menyimak canda tawa penyiar yang sangat pintar membangun suasana, sehingga ia bersama rekan-rekannya sesama guru, betah berlama-lama mendengarkan siaran RRI.

”Dengan adanya host (penyiar, red) lucu juga ya dengerinnya, itu susah lho mas kalau tidak bisa memahami, padahal materi saya sampaikan sehari sebelumnya, namun penyiar bisa memberikan prolog yang sangat baik,” kata Arianto saat dihubungi Jumat (10/4/2020).

Meskipun jaman sudah berubah, ditandai munculnya beragam perangkat komunikasi berteknologi canggih, tetapi tidak ada salahnya jika RRI kembali mendekatkan radio kepada masyarakat, agar tidak ditinggalkan pendengarnya.

Ia pun optimis, radio takkan hilang ditelan waktu karena memiliki ciri khas yang kuat bisa membangun komunikasi. Jaman dahulu menurutnya, radio dijadikan ujung tombak menyampaikan beragam informasi, sehingga momentum ini perlu dihidupkan kembali, untuk menghilangkan rasa jenuh masyarakat pada media sosial.

”Radio sudah beberapa tahun tidak terdengar, lewat program (Ibu Pertiwi Memanggil, red) ini kita bisa mendengarkan radio ya, guru-guru pun banyak menyempatkan waktu untuk mendengar radio karena merasa ada sesuatu yang hilang dengan adanya media sosial,” ucap pria penggemar Dalang Wayang Kulit Ki Hadi Sugito itu. (ws/yyw)    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00