Mbah Mijem raih cumlaude di usia satu abad lebih

KBRN, Yogyakarta : Mbah Mijem wanita lansia usia 104 tahun, masih lancar menceritakan cara hidup sehatnya yang sederhana menggunakan logat Jawa. Ia tinggal di Pedukuhan Rogoitan RT 62, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

”Saya itu hanya senang melihat anak cucu, kalau semua sehat dan menurut sama orang tua saya sudah senang, karena sekarang saya sudah tidak bekerja, jadi hanya melihat aktivitas cucu-cucu dan anak-anak, saya jadi orang tua hanya ikhlas menerima apapun,” kata Mbah Mijem di rumahnya, Selasa (24/12/2019).

Selain menjalani hidup dengan bahagia, Mbah Mijem juga rajin bangun pagi, untuk sholat subuh berjamaah di masjid tak jauh dari rumahnya. Cara hidup yang dijalaninya itu, justru menyehatkan badannya, yang kini tak lagi muda, bahkan, ia masih sanggup membantu anak cucunya membuat makanan.

”Kan hanya dekat masjidnya, kalau agak jauh pun ya tidak apa-apa, malah untuk olahraga, sekarang kalau membantu membuat makanan, membuat kue utri dan apem, buatnya sore dijual pagi,” imbuhnya.

Hari Sabtu 21 Desember lalu, Mbah Mijem mendapat predikat cumlaude di acara wisuda Sekolah Lansia Salimah, yang sudah setahun diikutinya. Wisuda berlangsung di sebuah Aula, milik Pemerintah Kabupaten Bantul.

”Karena usia paling tua dan paling rajin, yang bisa diwisuda itu minimal harus berangkat 10 kali per bulan, di situ ada materi ecobricks, kesehatan lansia, dan terutama rohani,” kata Dani Kristianingsih, cucu pertama Mbah Mijem.

Sebagai ibu dari lima anak, yang memiliki 10 cucu serta lima buyut, Mbah Mijem sewaktu muda pernah berjualan kue apem dan kue utri di Pasar Bantul, hal itu dilakukannya sejak sebelum jaman penjajahan Jepang.

”Dulu kalau berangkat jual kue ketemu tentara jepang saya berfikir nanti akan hidup atau mati, nanti kalau ditembak dan Tuhan tidak memberi saya hidup lagi, saya tidak bisa cerita ke anak-anak, jadi ingat suka duka yang saya jalani, semoga anak cucu tidak mengalami,” terangnya.

Hidup menjadi lansia bukan berarti tak bisa berprestasi, untuk yang satu ini Mbah Mijem sudah membuktikan. Semangat belajarnya yang tinggi, layak dijadikan panutan generasi muda masa kini. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00