Cerita Suminto, Sukses Tanam Kelengkeng di Lahan Kering Gunungkidul

KBRN, Gunungkidul: Anggapan Gunungkidul sebagai wilayah kering dan kekurangan air nampaknya perlu ditepiskan. Belakangan ini, masalah air sedikit demi sedikit terentaskan. 

Adalah Sumanto, seorang warga Gunungkunir, Candirejo, Semanu. Ia sukses menciptakan kebun buah kelengkeng di lahannya sejak 2017 lalu. Saat ini rerata umur pohonnya sudah empat tahun. 

"Jumlah kelengkeng yang saya tanam sejumlah 138 pohon pada lahan seluas 2000 meter persegi. Kemudian pada tahun 2021 tambah 35 kelengkeng baru. Jenis kelengkeng yang ditanam adalah varietas New Chrystal atau Kelengkeng Kristal," katanya, Sabtu (22/1/2022). 

Selama empat tahun ini, dia mengaku sudah panen sebanyak 4 kali. Panen di tahun ke-2 sudah panen 350 kg dengan harga Rp30.000,- per kilogram. Model penjualannya petik sendiri di lahan. Pada tahun ketiga rata rata setiap batangnya mampu berproduksi 15 hingga 20 kilogram buah kelengkeng. Bahkan pada panen tahun keempat atau 2021 kemarin, ada beberapa pohon bisa berbuah dengan hasil 33 kilogram perbatangnya. 

"Sampai saat ini dari 138 batang pohon kelengkeng masih 27 batang yang belum berbuah. Yang lain sudah dinikmati hasilnya setiap tahun," ungkapnya. 

Maka, jika tiap pohon rata-rata menghasilkan 20 kilogram, hasilnya mencapai sekitar 2 ton.

Cara Pengelolaan Pohon Kelengkeng

Ditanyakan rahasia keberhasilan penanaman kelengkeng hingga bisa berbuah lebat, Sumanto mengungkapkan, teknik penanaman dan cara perawatan yang diterapkan tak lepas dari perkenalannya dengan Iriawan Jatiasmoro, penggiat Kebun Insinyur. Sumanto memperoleh saran agar penanaman kelengkeng dilakukan dengan sistem tanam dalam buis beton.

Alasannya kebutuhan air dan pupuk bisa terkontrol. Teknik tersebut tak lepas dari kondisi wilayah di kawasan kebun milik Sumanto yang ketersediaan airnya tak melimpah. 

"Kenyataannya tanaman bisa tumbuh dengan baik serta mampu berbuah. Kalau untuk pemupukannya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 200 gram per pohon. Kami pakai pupuk NPK. Selanjutnya mengenai pemasaran buah yang diproduksi kebun, selama ini tidak menjadi persoalan," ujar dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar