Jatuh Bangun Pemuda Gunung Lestarikan Tanaman Kopi

KBRN, Gunungkidul: Kabupaten Gunungkidul memiliki wilayah geografis yang dibagi menjadi tiga zona yakni Zona Batur Agung Utara, Ledoksari Tengah dan Zona Pegunungan Seribu bagian Selatan.

Wilayah geografis yang terdiri dari pegunungan membuat berbagai macam tanaman cocok ditanam di wilayah ini. Salah satunya kopi, yang konon sejak zaman Belanda sudah dikembangkan di Kapanewon Ngawen. 

Beberapa waktu lalu, Kelompok Sadar Wisata Gunung Gambar, Kapanewon Ngawen melaunching produk kopi asli setempat.  Sekitar tahun 2018 masyarakat di kaki Gunung Gambar, Kampung, Ngawen Gunungkidul mendapatkan program mitra budaya dari Universitas Gadjah Mada.

Program tersebut mengajarkan masyarakat dalam menanam kopi. Tanaman kopi sendiri dinilai cocok di tanam di sisi utara Kabupaten Gunungkidul karena tekstur tanah dataran tinggi dan cukup dingin. 

Penginisiasi Kopi Gunung Gambar, Sulasno mengatakan, kala itu, penanaman benih kopi sendiri masih sebatas di halaman rumah warga. Artinya penanaman sendiri belum terpusat. Adapun jenis kopi yang ditanam ialah robusta. 

"Sempat terpusat di kebun, bisa tumbuh subur tapi untuk pemasarannya kurang," ujar Sulasno, Jumat (21/01/2022). 

Dikatakan Sulasno, lantaran kurang diminati, para petani lantas menebangi pohon kopi. Tanaman kopi kemudian diganti tanaman yang lebih produktif. 

"Tapi saat ini para pemuda kembali bergerak, dibantu akademisi UGM terkait benih dan pengembangan," imbuh dia. 

Menurutnya sudah beberapa kali penanaman, namun kurang berhasil. Dari tiga kali penanaman dua kali gagal. 

"Ini kami mulai lagi penanaman di lahan satu lokasi untuk sampel jadi kebun kopi, untuk penjualannya belum ada karena tanaman yang dulu belum dimanfaatkan secara maksimal," pungkas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar