FOKUS: #PON XX PAPUA

Jembatan Youtefa, Ikon Jayapura Kebanggaan Warga Papua

Jembatan Merah Youtefa di Jayapura

KBRN, Jayapura : Berulang kali melewati jembata Youtefa, Neni, seorang ofisial PON dari DIY menyempatkan diri untuk mengambil gambar di jalur penghubung dua wilayah itu. Jembatan besar berwarna merah itu memang sehari-hari dilintasinya untuk menuju ke venue voli pasir yang ada di Koya Koso, Kota Jayapura. Sementara ia menginap di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Dibutuhkan waktu tempuh hampir satu jam dari penginapannya ke venue voli pasir itu dan ia harus selalu melintasi jembatan yang membelah teluk Youtefa itu.

“Mampir, karena banyak orang juga yang pengen lihat di sana itu seperti apa, kok ada jembatan membelah lautan itu. Jadi ya kita belum pernah lihat kan di Jawa itu, jadi pengen lihat,” jelasnya.

Pemandangan dari atas jembatan itu memang menurut Neni yang paling menarik. Karena bisa menyaksikan air laut yang jernih dan berwarna biru. Serta kapal-kapal milik warga yang berlayar di teluk. Menurut warga sekitar, Atok, di teluk tersebut terdapat dua perkampungan warga. Mereka memang tinggal di atas bangunan rumah diatas air laut.

“Ada makam juga itu di tengah itu. Lalu sepuluh tahun terakhir ada gundukan tanah itu yang kalau air surut seperti lapangan bola. Jadi orang bilang lapangan timbul tenggelam, kalau surut ada lapangan, kalau ada air tidak terlihat,” jelasnya.

Jembatan Youtefa sendiri diakuinya sebagai ikon dari kota Jayapura. Dengan warnanya yang merah dan berukuran besar, bentuknya terlihat kontras dengan pemandangan perbukitan berwarna hijau dan air laut biru di sekitarnya.

“Belum ke Jayapura kalau belum ke jembatan ini,” tegasnya.

Warga juga merasa sangat terbantu dengan adanya jembatan penghubung yang baru diresmikan pada 2019 itu. Karena sejak itu, jarak tempuh mereka untuk ke Koya Koso dan perbatasan menjadi lebih singkat.

“Dulu bisa satu setengah sampai dua jam kalau ke Koya, kalau ke batas bisa dua jam. Setelah ada jalan ini bisa satu jam sampai perbatasan,” lanjutnya.

Jembatan yang dibangun selama dua tahun ini juga membuat pembangunan kawasan ekonomi di sekitarnya meningkat. Banyak kafe-kafe yang dibangun dan bahkan menurut Atok ada pula hotel yang rencananya dibangun di dekat jembatan tersebut. (dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00