Si Anak Minder Jadi Pengibar Bendera

Satria Indra Saputra mencium Sang Merah Putih

KBRN, Yogyakarta : Satria Indra Saputra terlihat menitikkan air mata. Ia begitu terharu, saat mencium bagian ujung Sang Merah Putih yang dipegang kedua tangannya.

Suasana begitu khidmat, ketika Lagu Padamu Negeri, mengalun dari dua buah pengeras suara selama beberapa menit.

Dalam balutan seragam Paskibraka warna putih, ia beserta delapan pelajar terpilih lainnya, mengikuti acara pengukuhan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (15/8/2021).

"Rasanya terharu banget, bisa di depan megang bendera sebagai sesuatu yang suci," katanya usai dikukuhkan Bupati Kustini Sri Purnomo.

Rasa minder sempat menghantuinya, saat awal mengikuti seleksi. Tinggi badannya yang hanya 170 centimeter, membuatnya was-was. Sedangkan 199 peserta lain, rata-rata memiliki postur lebih tinggi.

Maka, satu-satunya pilihan untuk lolos hanya menjalani latihan fisik dan mental. Usahanya pun tak berkhianat, tim pelatih menunjuknya sebagai pengibar bendera.

Sejak tanggal 2 hingga 14 Agustus, Satria digembleng personel Kodim dan Polres, mulai pukul tujuh pagi hingga empat sore.

"Latihannya tidak berat, karena saya ikhlas dan tidak ada beban," lanjutnya.

Di masa pandemi, jumlah personel Paskibraka sengaja dikurangi, agar protokol kesehatan tetap terjaga.

Jika situasi normal, ada tiga inti formasi pasukan sesuai jumlah hari, bulan dan tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

"Selama dua minggu latihan, kita sudah dua kali swab, sebagai antisipasi munculnya klaster baru," kata Pelda Sihono, pelatih Paskibraka dari Kodim Sleman.

Untuk memilih sembilan personel inti, diutamakan yang berpostur tegap. Tinggi badan putra minimal 170 centimeter, dan putri 165 centimeter.

Mereka berasal dari sekolah, yang masing-masing mengirimkan wakil dua putra dan dua putri, untuk mengikuti seleksi mulai Bulan Maret. Hal itu, sesuai permintaan Dinas Pemuda dan Olahraga setempat.

"Ada juga seleksi jasmani, keterampilan baris-berbaris dan tes pengetahuan umum bekerjasama dengan Kesbangpol," kata dia. 

Sebelum bertugas pada tanggal 17 Agustus mendatang, kini sembilan personel Paskibraka Sleman, menjalani karantina dua hari di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) kawasan Beran. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00