Penyintas Covid Testimoni di Tengah Pandemi

KBRN, Yogyakarta : "Hari Rabu, tgl 7 Juli 2021 tepatnya dini hari sekitar pukul 04.00 WIB badan saya menggigil dan terasa sakit semua sendi, namun suhu tubuh tinggi (panas). Pagi jam 08.00 WIB, saya dan keluarga  memutuskan swab antigen di Lab. Parahita Jogja".

"Selang 2 jam kami mendapat kiriman elektronik by WA terkait hasil swab. Dari tiga yang ikut swab (saya, istri dan anak I) dua negatif dan saya dinyatakan positif dengan gejala ringan. Bahkan indra penciuman dan perasa masih berfungsi bagus".

"Saya memutuskan isoman di rumah Sewon Bantul karena sebelumnya sudah konsultasi dengan seorang dokter dan bahkan langsung dikirimi obat standart bagi pejuang covid".

Itulah sepenggal pengakuan dari penyintas covid-19, Bambang Sulaksono-Koordinator Liputan Berita & Dokumentasi RRI Yogyakarta yang terpapar virus corona. Semua teman kerja pun kaget, miris sekaligus prihatin.

Singkat cerita, obat selalu diminum sesuai anjuran dokter dan ditambah vitamin E, serta makan dan minum harus banyak utamakan air hangat dan istirahat yang cukup. Minum teh hangat dicampur jeruk lemon, merupakan kesukaannya.

Sampai hari kedua, Pak Be (panggilan akbrabnya) mengaku, persendian dan badan masih terasa tidak enak. Namun hari ketiga tiba-tiba hilang dan badan mulai nyaman. Seiring hilangnya rasa tidak enak badan, gejala lain muncul yakni batuk dan pilek.

“Saya mutuskan minta obat lagi ke dokter, jawaban dokter obatnya sudah habis tidak ada stok dan disuruh membeli tambahan vitamin C ke apotek,” tuturnya lewat pesan elektronik, Sabtu (17/7/2021) malam.

Batuk dan pilek berlangsung 2 hari, atau tepatnya sampai hari ke lima isoman. Tambahan suplemen vitamin C cukup bagus menghilangkan batuk dan pilek pun pudar di hari keenam hingga ketujuh.

Hari kedelapan badan mulai terasa nyaman sekali. Terlebih karena setiap hari berjemur pukul 10.00 - 10.30 WIB dan sedikit olahraga yang bisa dilakukan.

“Memasuki hari ke 10 saya swab, dan Alhamdulillan, dinyatakan negatif,” pungkasnya.

Hikmah di Balik Wabah

Allah menurunkan mahlukNya yang tak terilhat oleh mata.

Kini,... si makhluk kecil bernama Corona itu menimbulkan ketakutan di mana-mana.

Kematian cukup banyak hanya dalam waktu singkat. Ia telah sejak lama menggerogoti relung kedamaian.... 

Ya Allah..!, Pesan Cinta apa yang ingin Kausampaikan?

Atau memang sudah tak sudi lagi, Engkau melihat wajah-wajah kami?

Mendengar keluh kesah kami, menatap tangis kami? 

Dan meraba senyum bahagia kami di rumah²Mu?

Ya Rabb, sekarang kami bisa merasakan bagaimana perasaan saudara kami yang terpapar corona.

Maafkan kami Rabbi..Maafkan kami.. Masihkah ada kesempatan lagi? Bukankah MahaPengasihMu,

Melebihi MurkaMu pada kami ?

YaRabb..

Hidupnya Mahluk Corona adalah semata mata atas KehendakMu.

Engkau yang menghidupkan segalanya.., Engkaupun yang Mematikan segalanya..

MohonYa Rabb

Panggil kembali mahluk corona ketubuh tubuh hewan seperti sebelumnya. Cukupkan tugas mereka untuk mengingatkan kami semua.

Ya Allah,

Berilah obat untuk wabahini. Dan Berilah tobat bagi kami....(*).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00