Kisah Inspiratif: Korban Gempa Bantul 2006 Bangkit Menjadi Paralimpian DIY

Sumaryanti di sela-sela vaksinasi atlet NPC DIY

KBRN, Yogyakarta : Olahraga dunia yang tidak pernah dibayangkan awalnya oleh dua orang paralimpian DIY, Sumaryanti dan Elsa Dewi Saputri yang menjadi korban gempa 2006 lalu. Namun, kini keduanya aktif berlatih untuk persiapan di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua mendatang.

Sudah sekira 3-4 tahun ini Sumaryanti menekuni cabang olahraga tenis kursi roda. Awalnya ketika diajak oleh rekannya, ia lebih memilih menekuni cabor bulutangkis. Namun, ketika mencoba tenis kursi roda, ia merasa lebih menikmatinya.

“Lima tahunan tertarik ikut atlet, iseng-iseng masuknya ke badminton dulu. Terus kok kayaknya di dalam ruangan kurang gimana gitu, terus masuk ke tenis ini jadi seneng sampai sekarang,” katanya di sela-sela vaksinasi atlet NPC DIY, Kamis (27/5/2021).

Pada saat gempa 2006 lalu Yanti tertima reruntuhan rumahnya yang berada di kawasan Sabdodadi, Bantul. Reruntuhan yang menimpa tulang belakangnya itu membuat kedua kakinya lumpuh.

“Dari dulu diajak saya ngga mau tapi akhirnya di rumah ngga ada kegiatan coba-coba masuk badminton dulu,” terangnya.

Meski belum lama menekuni olahraga ini, Yanti berhasil menorehkan prestasi dengan meraih 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu di ajang Peparda DIY lalu. Ia pun menargetkan untuk bisa meraih emas di Peparnas pertamanya besok.

Sementara itu, Elsa yang juga menjadi korban gempa bumi 2006 lalu  sebetulnya baru menekuni cabor angkat berat sejak 2020 kemarin. Saat gempa Sabtu, 27 Mei itu, usia Elsa belum genap tiga tahun. Ia tertimpa gunungan rumah tempat tinggalnya dan membuat kaki kirinya diamputasi sebanyak dua kali.

Awalnya Elsa juga mengaku tidak berminat dengan olahraga. Namun, ia diajak guru di sekolahnya, SMA N 1 Pathuk untuk menjajal cabor angkat berat. Setelah bertemu dengan rekan-rekan sesama atlet dan mencobanya, Elsa merasa senang menekuni olahraga ini.

“Guru saya usul ikut olahraga. Terus kenal sama Pak Untung, dikenalin, ngobrol-ngobrol, saya ikut, terus suka ya sampai sekarang. Memang dianjurkan angkat berat,” jelasnya.

Melihatnya menekuni olahraga ini, kedua orang tuanya pun memberikan dukungan bagi Elsa. Meski baru pertama kali tampil di ajang olahraga Peparnas mendatang, Elsa optimis dan menargetkan untuk bisa meraih satu medali perak. (dev/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00